Jumat, 05 Oktober 2018

TERLALU ABSEN MENULIS, KARENA SIBUK DUNIAWIYAH

Ternyata lama juga saya tidak menulis di blog saya. Dikarenakan dengan kesibukan - kesibukan yang berkesambungan terus menerus, sehingga saya tidak memiliki kesempatan untuk menulis. Dan Alhamdulillah kini saya bisa kembali menulis walau hanya pendek dan terkesan tergesa - gesa.

MENUJU PESTA DEMOKRASI 2019


Para calon yang kali ini bertarung di Pileg 2019 cukup banyak. Bayangkan saja, jika dari dua puluh Parpol yang resmi, mengirimkan para calon saja minimal 10 orang per parpol. Berarti 10 orang x 20 Parpol = + 200 orang yang akan bertarung pada tingkat Kota / Kab. Samarinda. Sementara setiap 1 calon harus mendapatkan minimal 1.500 suara pemilih untuk dapat duduk di Kursi DPRD. Sedangkan yang diperebutkan hanya sekitar 50 kursi. Bisa terbayangkan betapa sulitnya pertarungan kali ini.
Belum mulai saja, sudah kita bayangkan betapa warna – warninya Kota Samarinda. Ketika 20 Partai memasang bendera, memasang spanduk, banner dan menyebarkan kartu nama. Maka hampir setiap sudut kota akan penuh dengan berbagai macam seruan, ajakan dan promosi masing – masing para calon. Itu baru calon untuk tingkat Kota/ Kab. Belum ditambah dengan Para calon DPRD tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Jumlahnya juga sama 20 parpol. Ditambah lagi Para Calon DPR/MPR perwakilan Kaltim dan para calon DPD perwakilan Kaltim. Bayangkan dah betapa ramainya Indonesia untuk beberapa bulan ke depan. Dan mudah-mudahan jangan sampai terjadi gesekan – gesekan antar parpol. Mengingat kali ini Pemilu merupakan Pertarungan yang Tajam antara dua kelompok besar Parpol yang masing – masing mendukung Capres yang berbeda. Yang satu Incumben, dan yang satu Oposisi.
Berdasarkan teori Crowd ( Kerumunan ), makin banyak kerumunan, makin tinggi resiko terjadinya pergesekan, pertentangan, keributan dan perselisihan. Semua hingar bingar penawaran dan promosi dari kelompok Parpolis untuk memilih calon dan parpol tertentu harus bisa kita cermati dan amati. Namun mudah – mudahan Rakyat Indonesia sudah dewasa dan bijak dalam memilih.
Nah, apapun yang akan terjadi nanti, mudah – mudahan akan menghasilkan akumulasi para Parpolis yang lebih bijak dan lebih baik daripada sebelum – sebelumnya. Para calon anggota yang terhormat itu, mudah – mudahan bukan sekedar PHP dan sekedar mencari muka sesaat. Begitu terpilih langsung lupa diri dan lupa sama para pemilihnya. Kalau sebelumnya rajin sms dan telpon sama para pendukung dan simpatisan, begitu terpilih, langsung hilang lenyap. Sms tak dibalas, telpon tak di angkat. Ketemu di jalan dihindari, bahkan kalau kita bertamu kerumah atau ke kantornya, nggak bakal di temui. Itu pun lama…. Selama 3 tahun kedepan. Bagaimana ???
Desa Tani Aman, 08-08-2018

Kamis, 07 Desember 2017

REMBULAN PALSU

By : Muhammad Yusni


Aku berdiri di tepi jalan Yos Sudarso yang mulai temaram. Suara music disco techno terdengar menghentak menghiasi suasana sebuah Club tak jauh dari tempat aku berdiri. Malam itu aku baru saja pulang dari kampus. Ketika sedang asik berdiri menunggu taksi, seorang gadis mendekatiku. Bau semerbak wangi serasa menarik – narik hidungku. Rambutnya tergerai panjang. Tatapan matanya yang mengenakan softlens tampak kebiru-biruan. Kuisap rokokku lebih dalam dan menghembuskan kearahnya, agar ia menjauh.

Namun gadis tersebut tetap mendekati dan menyapaku. “Hai, cakep.”

Tangannya yang gemulai menggapai tanganku. Aku pun terpaksa menyalaminya.

Kenalkan namaku Bernadette.” ucap bibir berpoleskan lipstick merah menyala.

Sam.” sahutku pendek.

Tinggal dimana, mas.”lanjutnya.

Air hitam.”

Kuisap lebih dalam lagi asap rokokku.

Bau wangi tersebut terus menerus terasa merangsang nafasku. Mataku berkunang – kunang menatap gadis itu. Seperti ada sesuatu yang menarik – narik aku. Tanpa terasa aku sudah memegang erat tangan gadis itu.

Kamipun kemudian larut dalam perbincangan hangat. Entah apa saja yang kami bicarakan. Kami sambil berpegangan tangan dan membelai. Entah setan mana yang menguasaiku saat itu. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 2 malam. Aku kemudian diajak pulang kerumahnya. Namun setelah sampai dirumah, kami sama sekali tidak melakukan apapun. Kami hanya melanjutkan obrolan kami.

Taklama aku kemudian terlelap dalam dekapannya. Namun tetap tidak terjadi apapun.

Entah berapa lama aku tertidur.

Kemudian aku terbangun ketika mendengar suara azan di langgar . Kulihat Bernadette sedang membuka bajunya. Setelah itu ia melepaskan rambutnya ( rambutnya???). Saat itulah aku baru sadar siapa Bernadette sesungguhnya. Ia sama sekali bukan seorang perempuan. Tepatnya adalah seorang Waria. Namun ia benar – benar mirif perempuan. Setelah kusadari dia ternyata seorang waria, aku pun berpamitan pulang.

Aku berjalan sambil mengisap rokok terakhirku. Dalam otakku berkecamuk bermacam fikiran. Rasa mual, rasa kesal, bingung dan benci. Rupanya aku semalam telah tidur dalam dekapan rembulan palsu.


TULISAN ITU SETAJAM PEDANG


Kira – kira begitulah pendapat seorang ahli tentang sebuah tulisan. Dan memang itu adalah fakta. Tulisan itu bisa berbentuk apa saja. Bisa sebuah artikel, sebuah novel atau sebuah buku tentang sesuatu. Tulisan itu memiliki efek seperti mata uang koin. Ada dua sisi. Yaitu sisi negative dan sisi positive. Tergantung penulisnya.

Jika penulisnya seorang hater, bisa saja ia akan menulis tentang seseorang, atau organisasi atau tentang siapa saja dengan mengungkap sisi kejelekan target. Ia tidak perduli dengan perasaan orang atau pun nasib orang. Ia akan menulis seenak perutnya. Kalau di zaman sekarang dengan diistilahkan “ HOAX “.

Bahkan sampai ada sekelompok orang yang sengaja spesialis menulis tentang hal – hal buruk seorang target. Biasanya mereka di bayar khusus untuk membuat tulisan – tulisan buruk dan negative tentang orang lain.

Anda barangkali masih ingat dengan Salman Rusdhie, penulis novel Satanic version. Tulisannya didalam novel tersebut telah memancing kemarahan umat islam seluruh dunia. Nyawanya Salman pun dihargai sangat mahal ketika itu. Semua orang ingin menangkap dan membunuhnya ketika itu. Bahkan sampai sekarang pun Salman masih hidup di Negeri pengasingan. Hidup dalam ketakutan.

Dan masih banyak lagi tulisan – tulisan yang terangkum dalam berbagai buku, novel atau pun sekedar artikel yang mengandung unsur kebencian, unsur provokasi dan sebagainya.

Namun untungnya masih banyak pula tulisan – tulisan yang baik, buku – buku penambah ilmu pengetahuan, roman dan novel penyemangat jiwa.

Di zaman sekarang pun, tulisan telah mengalami revolusi. Kalau dulu hanya berbentuk lembaran Koran atau majalah, buku atau pun sejenisnya. Maka di dunia digital, tulisan telah mendapat tempat yang sangat terhormat. Antara lain adanya web dan blog. Zaman sekarang ini sangat mudah untuk menulis. Kita bisa seenak perutnya menulis di web atau blog kita. Tanpa sensor, tanpa supervisor, tanpa pemeriksa kelayakan tulisan dan sebagainya. Di zaman sekarang ini siapapun bisa menulis. 

Apapun latar belakang kita. Kita bisa menulis tanpa kenal waktu dan ruang. Dimanapun kita bisa menulis. Dan tulisannya pun terserah kita.

Saya sendiri adalah seorang pengarang bebas sejak kecil. Saya menulis tidak pernah focus pada suatu masalah atau ber-tema-kan khusus. Saya lebih suka mengarang bebas. Dan tulisan – tulisan saya banyak saya posting di www.yoesny.blogspot.com. Untuk versi petikan atau cuplikan biasanya saya tulis di Facebook saya. Sampai hari ini antara blog dan facebook saya selalu terkoneksi dengan baik.

Dan saya berupaya untuk menulis secara baik, maksudnya tidak neko – neko. Itu saja.

Batucermin 05/12/2017


Sabtu, 02 Desember 2017

SEBUAH BAKAT ATAU KUTUKAN


Penulis M.Yusni

Memang sulit untuk membunuh sebuah bakat yang sudah mendarah-daging. Semenjak aku masih kecil jiwa menulis sudah memang nampak dari betapa seringnya aku menulis di dinding rumah, kertas kosong, kain berwarna putih atau lembaran buku gambar.

Kebiasaan menulispun ketika SD dan SMP kusalurkan lewat kegiatan menulis dibuku agenda harian. Tentang apa saja kutulis. Baik tentang perasaanku saat itu, atau kegiatanku pada hari itu. Bentuk tulisannya bukan hanya sekedar sebuah catatan saja, tetapi terkadang berbentuk puisi atau sajak. Apalagi kalau aku sedang jatuh cinta pada seseorang, sedang rindu pada seseorang atau bahkan sedang benci dengan seseorang. Semua tulisan mengalir begitu saja, bahkan sampai aku sendiri tidak bisa mengendalikannya.

ketika SMP aku sering mengirimkan puisi karyaku sendiri ke Radio Don Boscho Samarinda. Waktu itu aku sering menggunakan nama samaran Pendekar lembah merpati. Banyak puisi yang lahir pada saat itu, namun sayangnya tidak pernah aku arsipkan. Karena memang puisi – puisi lahir dengan spontan begitu saja berdasarkan perasaanku pada saat itu.

Jiwa remaja yang masih galau, mudah patah hati dan risau, itulah aku pada saat itu. Kebiasaan itu terus mengikuti aku sampai aku masuk ke SLTA dan perguruan tinggi. Rasanya kok gatal banget tanganku ini untuk terus menulis dan menulis.


Semenjak aku mengenal dunia Maya ( khususnya sosmed facebook dan Blog ) akhirnya nafsu menulis itu tersalurkan dengan begitu bebasnya. Hampir setiap hari, bahkan hampir setiap jam aku menulis status di facebook. Jika dilihat dari masa keaktifan, saya sudah bergabung di facebook itu sudah sangat lama, begitu pula dengan blog saya yang beralamatkan di www.yoesny.blogspot.com, menjadi tempat penampungan semua fikiran dan perasaan saya.

ANTARA ANAK CUCU ADAM, SYAITAN DAN SMARTPHONE EFEK

Penulis M.Yusni

Pada dasarnya manusia itu memiliki kesadaran yang baik tentang perbaikan kualitas hidupnya. Namun dalam perjalanannya banyak cobaan, ujian dan tantangan yang menghadang. Tapi memang itulah tugasnya para syetan dan iblis untuk menghambat dan melalaikan insan terhadap kewajibannya sebagai makhluk ciptaan Allah di muka bumi.

Kehadiran manusia yang bernama Adam dimuka bumi adalah untuk memimpin perbaikan kualitas hidup makhluk hidup dimuka bumi. Tapi dasar namanya Syaitan yang masih menaruh dendam kesumat maka ia membuat anak cucu keturunan Adam tersesat. Banyak cara yang dilakukannya, antara lain menggoda Anak Cucu Adam ( ACA ) agar terlena dengan gemerlapnya harta benda duniawiyah, kepada nafsu syahwat dan berbagai macam godaan lainnya. Itulah ACA yang selalu tergoda, bagaikan anak kecil yang selalu tergoda oleh bermacam – macam mainan yang menggoda.

Di zaman kita ini ( tahun 2017 saat saya menulis tentang hal ini ) godaan sudah sangat luar biasa. Dunia teknologi informatika telah memasuki masa – masa keemasannya. Berbagai gadget yang canggih dan memiliki ribuan fasilitas menarik, telah melalaikan jutaaan ACA di muka bumi ini. Mulai bayi sampai kakek nenek semua dikuasai oleh benda yang bernama smartphone. Mata kita asik menatap layar smartphone dimana saja kita berada.

Diruang – ruang public, dirumah, bahkan di ranjang tidur pun, kita tidak pernah lepas dari makhluk yang bernama Smartphone tersebut. Kita telah menjadi zombiephone – zombiephone tanpa kita sadari.

Kita berdoa pada Tuhan lewat Smartphone, kita mengobrol dan bercanda lewat Smartphone, kita berkelahi atau berdebat lewat smartphone, bahkan kita bercanda dengan anak isteri pun lewat smartphone. Semuanya dan tanpa terkecuali ( termasuk yang menulis ini ) telah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk yang bernama Smartphone.

Dan syetan barangkali sudah nggak perlu report menggoda ACA lagi.
Sekarang tinggal Anak Cucu Adam, maunya apa ?


Batucermin-28112017

Senin, 13 November 2017

MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK HIJRAH MEMANG BERAT

Pernahkah bertanya pada hatimu, apakah kehidupanmu sekarang sudah sesuai dengan keinginanmu ? Ingatlah, kita hidup didunia ini adalah akumulasi dari sekian banyak pilihan – pilihan. Dan pilihan – pilihan yang telah kita pilih telah membawa kita pada posisi saat ini. 

Apakah kau bahagia dengan pilihanmu sekarang. Lihat dan pandang wajah pasanganmu, apakah orang itu adalah orang yang kau cintai dan kau sayangi. Lihat sekeliling rumah dimana kamu tinggal kini, apakah ini sudah sesuai dengan keinginan dan idamanmu selama ini. 

Pernahkah kau bertanya dalam hati, apa posisimu dihadapan mertuamu. Apakah kamu orang yang disayanginya ? Orang yang di hormatinya ? Ataukah jangan – jangan kamu hanya setara dengan pembantu di rumah mertuamu sendiri ?

Jika kamu menemukan fakta bahwa hidupmu tidak bahagia, kamu merasa tertekan, kamu tidak bisa berkembang dan mengurus keluargamu dengan baik, kamu merasa dirimu hanyalah setara pembantu dirumah mertuamu sendiri. Kamu merasa tidak bisa memiliki pasangan hidupmu dengan seutuhnya.

Itulah saatnya kamu harus mengambil keputusan besar dalam hidupmu. Kemas barangmu dan pergilah mencari kehidupan yang lebih baik. Jika pasanganmu menolak ikut denganmu, katakan padanya, silahkan kamu memilih, “ Ikut denganku atau kau terpaksa berpisah denganku? “

Tapi jika ia memilihmu dan ikut denganmu, maka bawalah ia dan setialah dengannya. Karena itu adalah pasangan terbaikmu.
Loa Ranten, 19:21, 13 Maret 2017
By : M.Yusni