Editor : Muhammad Yusni
PENGANTAR
Samarinda, 13 Juni 2026, saya hanya salah satu siswa SMA Muhammadiyah 2 Samarinda kisaran 90 an. Dan hanyalah seorang Mahasiswa dengan nilai Pas – pasan di sebuah Perguruan Tinggi bernama STIE Muhammadiyah Samarinda kisaran tahun 1993 an sd. 1998 an. Waktu itulah saya mengecap Pendidikan di Perguruan Muhammadiyah. Memang Pelajaran sama saja dengan Sekolah dan Kampus lain di Samarinda. Bedanya disini ada Mata Pelajaran Ke – Muhammadiyahan dan Sejarah Muhammadiyah. Kemudian juga saya belajar berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah ketika di SMA, dan aktif ber- organisasi di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat STIE Muhammadiyah Samarinda dan juga Aktif di Senat Mahasiswa sebagai Sekretaris.
Samarinda, 13 Juni 2026, saya hanya salah satu siswa SMA Muhammadiyah 2 Samarinda kisaran 90 an. Dan hanyalah seorang Mahasiswa dengan nilai Pas – pasan di sebuah Perguruan Tinggi bernama STIE Muhammadiyah Samarinda kisaran tahun 1993 an sd. 1998 an. Waktu itulah saya mengecap Pendidikan di Perguruan Muhammadiyah. Memang Pelajaran sama saja dengan Sekolah dan Kampus lain di Samarinda. Bedanya disini ada Mata Pelajaran Ke – Muhammadiyahan dan Sejarah Muhammadiyah. Kemudian juga saya belajar berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah ketika di SMA, dan aktif ber- organisasi di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat STIE Muhammadiyah Samarinda dan juga Aktif di Senat Mahasiswa sebagai Sekretaris.
Aktif di Senat
Mahasiswa tahun 1997 – 1998 inilah kemudian menyeret saya masuk dalam Pusaran
Reformasi 1998. Saya kemudian aktif di Parlemen Jalanan dan Demonstrasi
kerjaanku. Yang kemudian mengakibatkan saya harus Droup Out dari Kampus.
Saya lebih banyak belajar di
Jalanan dan meja rapat mahasiswa menyusun rencana demonstrasi dan unjuk rasa.
Saya lebih hafal lagu – lagu perjuangan mahasiswa dibandingkan teori – teori Ekonomi
dan Manajemen Pemasaran ( yang seharusnya saya pelajari di bangku kuliah ).
Saya lebih banyak tidur di jalanan atau di emperan kantor DPRD,
dibandingkan belajar SPSS atau MS Office
sebagai keterampilan tambahan calon Sarjana. Semua itu kemudian saya akhiri pada
tahun 2000 an. Walaupun kemudian saya masih aktif di Organisasi Kemahasiswaan
dan KNPI Ketika itu.
Bersentuhan dengan api perjuangan
reformasi ketika itu telah membuat saya terbakar. Saya tua duluan dari umur
saya seharusnya. Ketika Mahasiswa masih sibuk memikirkan teori – teori ekonomi
dan kemakmuran, saya justeru menghafali berbagai teori pemberontakan rakyat,
demonstrasi mahasiswa dan perjuangan rakyat yang tak pernah mati dan tak pernah
selesai. Karena ketika akhirnya 1998 – Pak Soeharto mundur dan Reformasi
menang, kita kira Perjuangan sudah selesai. Dan ternyata saya Keliru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar