Minggu, 04 Oktober 2009
BENCANA SILIH BERGANTI DATANG
entah apa salah bangsa Indonesia, hampir setiap hari terjadi gempa dan bencana, di setiap siaran media televisi dan internet menyiarkan hal sama tentang gempa yang terjadi di Sumatera dan ditempat lainnya. Padahal baru saja kita meninggalkan Bulan Puasa, bencana langsung menyambut. Ya Allah mudah - mudahan Engkau memaafkan dosa - dosa kami baik yang sengaja maupun tidak. dan jauhkanlah bangsa Indonesia dari bencana dan kehancuran.
Selasa, 08 September 2009
TENTANG FEEDJIT
Semenjak saya memasang Feedjit, saya sering terkaget - kaget melihat daftar pengunjung Blog saya ini, ya dari beberapa daerah diluar Kaltim, dan bahkan ada yang dari luar negeri. Cuman sayangnya para pengunjung tersebut sama sekali tidak meninggalkan pesan apapun, baik komentar ataupun salam seadanya. Sehingga saya agak kesulitan untuk melakukan kunjungan balik. Tapi ya nggak apa - apa, saya malah senang jika ternyata blog saya yang sederhana ada juga yang mengunjunginya. perasaan saya seperti seorang pemulung yang punya pondok kardus sederhana dan dikunjungi oleh orang - orang penting, tapi kok ya saya tidak tahu siapa mereka, hanya tahu asal kota dan negaranya aja. Tapi saya tetap mengucapkan terima kasih bagi siapa saja yang sudah berkunjung, semoga bermanfaat. Amin.
Minggu, 30 Agustus 2009
Selamat Datang Ramadhan
Selamat datang Ramadhan, semoga bulan ini hamba dan keluarga bisa tetap makan dan minum dengan layak. Semoga Engkau membebaskan kami dari semua hutang - hutang dan janji. semoga Engkau berikan kami hidup yang layak dan baik.
Sabtu, 08 Agustus 2009
KETIKA PARA SENIMAN PERGI

Ketika Mbah Surip muncul 3 bulan yang lalu dengan lagunya yang terkenal itu, saya tidak terlalu memperhatikannya. Saya cuma bingung ketika anak - anak saya yang kecil - kecil mulai sering bernyanyi Tak gendong kemana - mana, enak tho... mantap thoo... saya baru memperhatikan dengan seksama ketika orang aneh itu diberitakan Meninggal. Dan saya terkagum - kagum dengan kesederhanaan dan keluguan beliau. begitu sosial dan friendly kepada siapa aja. Sayangnya beliau kini meninggal. Sosok beliau mengingatkan saya kepada Gombloh yang saya kenal waktu saya masih kecil. Orang tua dengan tampilan nyentrik, namun lagunya terkenal dimana - mana. Mbah Surip saya fikir mengulang sukses beliau. Selamat Jalan Mbah Surip. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita dan memberikan tempat yang sewajarnya pada Mbah.
Rabu, 05 Agustus 2009
KETIKA HIDUP MENUJU ALAM MAYA
Kita hidup di suatu zaman yang barangkali tidak pernah dibayangkan siapa pun dahulu kala. Kemajuan hidup manusia sudah sangat luar biasa. Kita hidup dimana kenikmatan, kehebatan dan kecanggihan dunia sudah mencapai puncaknya. Manusia telah berhasil memindahkan surga kemuka bumi. Kecanggihan komunikasi, kecanggihan peralatan industri, kecanggihan peralatan multimedia, kecanggihan alat transportasi meliputi udara, air dan darat. Kita sudah mampu melalangbuana keluar angkasa dan memasuki atmosfir DNA. Kita sudah mampu menciptakan bangunan pencakar langit dan ratusan gedung canggih yang mampu menjanjikan kenikmatan penggunanya. Kebebasan juga telah mencapai titik ereksi maksimal. Judi yang liar, prostitusi yang terorganisir, maksiyat online maupun offline, mafia narkoba yang makin hari makin softly mendekati sekitar kita. Semuanya kini menuju satu kata kesempurnaan. Semua sisi kehidupan telah mencapai titik sempurna, baik itu hal yang positif maupun hal negative. Bangunan keluarga sudah tidak utuh lagi. Kita sedang menuju kepuncak. Puncak kejayaan manusia sekaligus puncak kehancuran moral dan tatanan sosial. Sex bebas dan prilaku menyimpang lainnya seperti dilegalkannya pernikahan sejenis dan kumpul kebo. Pembunuhan terhadap janin bebas bagaikan buang hajat dipinggir kali. Apakah manusia telah kehilangan nurani dan akal sehatnya ?
Kemajuan dan kecanggihan hidup moderen telah melahirkan kesempurnaan. Tapi sebagaimana pohon buah apel, dari ratusan apel yang tercipta sempurna, ternyata ada buah – buah busuk yang berjatuhan, ada buah – buah apel yang luarnya sempurna, ternyata didalamnya mengandung ulat – ulat hama. Begitu pula kehidupan ini, banyak korban mulai berjatuhan…….
Manusia yang malang menjadi korban individualistic mengalami rasa kesepian dan kesunyian. Manusia yang hidup didunia modern telah kehilangan tujuan dan merasa tidak berguna. Apatah lagi yang jauh dari agama, maka akan terjerumus kebeberapa pilihan alternative : jatuh jadi budak narkoba dan mati berlahan – lahan ataukah mati bunuh diri baik sendiri maupun berkelompok.
Untuk kelompok pertama yang terjatuh kegelapnya dunia narkoba telah memasuki dunia yang sangat kreatif dalam hal imaginasi. Dunia obat adalah pasangan dari dunia malam, dunia pesta pora, dunia dugem kata anak sekarang. Sebuah dunia pelarian para manusia moderen. Bahkan belum moderen katanya kalau belum merasakan nikmatnya shabu – shabu, manisnya ganja, indahnya narkoba. Ujung – ujungnya tanpa mereka sadari mereka membawa pula keluarga, saudara, teman dan handai taulannya menuju kesengsaraan hidup. Betapa banyak artis kita yang mengalami masa – masa kejayaan kemudian terjatuh lalu masuk kekubangan narkoba dan akhirnya mendekam dipenjara. Berapa banyak remaja dan pemuda yang kehilangan masa depan terbaring dirumah sakit rehabilitasi karena kecanduan narkoba.
Demikian pula soal bunuh diri. Manusia – manusia kesepian ditengah modernitas hidup, manusia – manusia yang kehilangan orientasi hidup. Manusia – manusia yang terjerat kebosanan hidup. Depresi dan stress luar biasa. Akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, baik sendiri maupun kelompok. Berapa banyak kita dengar dari belahan dunia kejadian – kejadian unik, seperti satu keluarga yang mati bunuh diri bersama – sama, sekelompok pemuda yang membakar diri, ada yang meminum racun, ada yang menggantung diri dan berbagai macam cara supaya mati. Mati dianggap sebuah jalan paling baik. Apa dikira mati menyelesaikan masalah. Justeru mati bunuh diri adalah sebuah jalan yang hina dan meninggalkan keluarga yang malu dan sengsara menanggung beban seumur hidup mereka.
Lalu apa yang harus dilakukan manusia – manusia normal yang hidup dizaman sekarang ini. Ibarat seorang gadis cantik yang hidup ditengah hutan, sementara disekitarnya banyak binatang buas dan para perampok liar. Seperti itukah kehidupan ini ? Sungguh mengerikan sekali jika itu benar adanya. Namun kita harus melihat fakta, bahwa disekitar kita masih banyak hal positif dan masih banyak orang – orang yang kepingin memperbaiki hidup. Memperbaiki kualitas hidup dengan berbagai cara. Semua yang terjadi sekarang ini adalah sebuah konsekwensi pilihan hidup ketika kita mulai memasuki abad 21. Jadi kita tidak perlu bunuh diri untuk menghindar, kita cukup memakai helm dan jalanilah hidup sebagaimana biasa dan berdoalah semoga kita selamat sampai tujuan.
Karang Asam Samarinda 16 Juni 2008
Kemajuan dan kecanggihan hidup moderen telah melahirkan kesempurnaan. Tapi sebagaimana pohon buah apel, dari ratusan apel yang tercipta sempurna, ternyata ada buah – buah busuk yang berjatuhan, ada buah – buah apel yang luarnya sempurna, ternyata didalamnya mengandung ulat – ulat hama. Begitu pula kehidupan ini, banyak korban mulai berjatuhan…….
Manusia yang malang menjadi korban individualistic mengalami rasa kesepian dan kesunyian. Manusia yang hidup didunia modern telah kehilangan tujuan dan merasa tidak berguna. Apatah lagi yang jauh dari agama, maka akan terjerumus kebeberapa pilihan alternative : jatuh jadi budak narkoba dan mati berlahan – lahan ataukah mati bunuh diri baik sendiri maupun berkelompok.
Untuk kelompok pertama yang terjatuh kegelapnya dunia narkoba telah memasuki dunia yang sangat kreatif dalam hal imaginasi. Dunia obat adalah pasangan dari dunia malam, dunia pesta pora, dunia dugem kata anak sekarang. Sebuah dunia pelarian para manusia moderen. Bahkan belum moderen katanya kalau belum merasakan nikmatnya shabu – shabu, manisnya ganja, indahnya narkoba. Ujung – ujungnya tanpa mereka sadari mereka membawa pula keluarga, saudara, teman dan handai taulannya menuju kesengsaraan hidup. Betapa banyak artis kita yang mengalami masa – masa kejayaan kemudian terjatuh lalu masuk kekubangan narkoba dan akhirnya mendekam dipenjara. Berapa banyak remaja dan pemuda yang kehilangan masa depan terbaring dirumah sakit rehabilitasi karena kecanduan narkoba.
Demikian pula soal bunuh diri. Manusia – manusia kesepian ditengah modernitas hidup, manusia – manusia yang kehilangan orientasi hidup. Manusia – manusia yang terjerat kebosanan hidup. Depresi dan stress luar biasa. Akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, baik sendiri maupun kelompok. Berapa banyak kita dengar dari belahan dunia kejadian – kejadian unik, seperti satu keluarga yang mati bunuh diri bersama – sama, sekelompok pemuda yang membakar diri, ada yang meminum racun, ada yang menggantung diri dan berbagai macam cara supaya mati. Mati dianggap sebuah jalan paling baik. Apa dikira mati menyelesaikan masalah. Justeru mati bunuh diri adalah sebuah jalan yang hina dan meninggalkan keluarga yang malu dan sengsara menanggung beban seumur hidup mereka.
Lalu apa yang harus dilakukan manusia – manusia normal yang hidup dizaman sekarang ini. Ibarat seorang gadis cantik yang hidup ditengah hutan, sementara disekitarnya banyak binatang buas dan para perampok liar. Seperti itukah kehidupan ini ? Sungguh mengerikan sekali jika itu benar adanya. Namun kita harus melihat fakta, bahwa disekitar kita masih banyak hal positif dan masih banyak orang – orang yang kepingin memperbaiki hidup. Memperbaiki kualitas hidup dengan berbagai cara. Semua yang terjadi sekarang ini adalah sebuah konsekwensi pilihan hidup ketika kita mulai memasuki abad 21. Jadi kita tidak perlu bunuh diri untuk menghindar, kita cukup memakai helm dan jalanilah hidup sebagaimana biasa dan berdoalah semoga kita selamat sampai tujuan.
Karang Asam Samarinda 16 Juni 2008
TUKANG UTAK ATIK JEMBATAN KELEDAI
Sejak Usia SD saya sudah biasa mengutak – atik kata atau kalimat. Kalau dulu guru saya biasa menyebutnya Jembatan Keledai. Kenapa disebut Jembatan Keledai, karena katanya bagi anak – anak yang susah menghafal ( keledai terkenal pelupa dan susah mengingat ), perlu dibuatkan jembatan pengingat. Nah Jembatan pengingat itu bisa berupa singkatan tentang sesuatu, misalnya Hico Mejiku Hibiu Apu adalah tentang Warna garis komponen elektronik ( nah saya lupa nama alatnya – tapi ingat warnanya ), yaitu : Hijau Coklat Merah Jingga Kuning Hitam Biru Ungu. Nah gara – gara itu saya lalu senang membuat singkatan huruf atau kombinasi angka. Bahkan saya lalu suka membaca buku atau majalah yang berhubungan dengan huruf, angka atau modifikasi kode. Novel seperti Sherlock Holmes, Hercule Poirot, Trio Detektif, Empat Serangkai, Trio Siaga dan sejenisnya biasa saya lahap. Semuanya tentang mengungkap kode atau rahasia kasus tertentu.
Kebiasaan itu lalu berlanjut kejenjang selanjutnya. Saya kemudian biasa meringkas atau membuat ringkasan baru, entah itu potongan kalimat atau nama – nama organisasi, semisalnya : Sotariu yang artinya Sombong Takabbur Riya dan Ujub. Atau nama – nama forum semisal : Guci – Gerakan Umat Cinta Islam, sebuah Forum yang saya bikin ketika menentang beberapa iklan yang menistakan ajaran Islam.
Dan gara – gara itu lalu saya biasa mendapat orderan untuk bikin nama – nama organisasi baru atau fiktif. Yah hasilnya lumayan, cukuplah untuk biaya ngopi dan makan roti bakar.
“Penyakit” tersebut baru – baru ini saja saya sadari, entah itu penyakit atau kah bakat terpendam saya tidak tahu. Yang jelas selama ini saya tidak menyadari kelebihan itu, karena saya menganggapnya biasa – biasa saja.
Barangkali diantara anda ada juga yang punya “ Penyakit” seperti saya ?
KERINGISISASI IDE
Kemarin saya iseng – iseng membuka arsip ngebloging saya, ternyata cukup banyak artikel yang saya tulis. Artinya ternyata saya cukup produktif nulis disela – sela kesibukan harian saya. Ya sekedar tulisan – tulisan yang nggak mutu, namun cukup menggambarkan suasana hati saya. Dan memang kebanyakan tulisan – tulisan saya itu lebih mengikuti suasana hati dan fikiran saya. Karena bersifat bebas, santai dan apa aja tanpa batasan bidang yang ditanggapi atau yang dijadikan tema khusus.
Tapi memang saya mengakui minggu – minggu terakhir ini fungsi intelektual saya sedang merosot turun atau mengalami turun gunung, mudah – mudahan enggak loss terlalu tajam. Membacapun udah sudah jarang, padahal saya sejak bayi sudah suka membaca, hampir semua jenis dan macam bacaan saya lahap. Sampai – sampai saya dewasa sebelum waktunya, tua sebelum waktunya. Mulai buku roman picisan, roman sastra, politik, budaya, filsafat, tasawwuf , komik, majalah, robekan Koran dan sejenisnya. Yang lucunya kini kebiasaan itu sudah jarang saya lakukan.
Mudah – mudahan hal ini bukan tanda – tanda saya sedang mengalami crisis intelektual atau mengalami kemerosotan daya fakir. Tapi lebih karena factor enggak sempat aja gitu lhoooo. 23 Juli 2009
Jumat, 31 Juli 2009
KESOMBONGAN INTELEKTUAL
Saya selalu teringat apa yang dikatakan dalam Wahyu Pertama yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad. Iqro Ya Muhammad, Iqro Bismika Ladzi Khalaq….. Bacalah Muhammad, Bacalah dengan Nama TuhanMu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Perintah Baca ( Iqro ) adalah sebuah perintah Universal, yang tidak hanya diperintahkan kepada Nabi Muhammad 15 Abad yang lalu saja. Namun berlaku kepada seluruh Ummat ya ada dimuka bumi. Membaca tidak hanya sekedar mengeja, atau memplototi Buku – buku. Namun yang namanya membaca adalah : Membaca yang tersurat dan yang tersirat. Mempelajari Ilmu Pengetahuan, mempelajari Ilmu Botani, mempelajari ilmu Politik, Ekonomi, Sosial, Agama, silahkan…… bahkan meneropong Bintang, Meteor, dan planet serta bintang. Juga silahkan.
Dari hasil nge-Iqro tadi, lalu bermunculanlah para Pakar – pakar Ilmu Pengetahuan yang memahami ilmu sesuai dengan bidangnya. Jika kita lihat ke Negara – negara maju kayak Amerika, Jepang, Inggris, Cina, Malaysia, dan lainnya. Luar biasa banget yang namanya ilmu dan teknologi. Begitu luar biasanya perkembangan Ilmu Pengetahuan Ummat manusia sekarang ini, sehingga kita Bangsa Timur cuman ternganga keheranan . Lalu apakah anda fikir saya lalu mau menceritakan alasan yang sama dengan yang sering diceritakan oleh orang lain.
Sorry, Men… Anda keliru. Biasanya komentar yang keluar jika melihat kehebatan dan kedigdayaan Bangsa lain, aah… itukan sudah pernah dikuasai ummat Islam dahulu……. Waduh….. sampai kapan kita asik tenggelam membanggakan masa lalu dan masa kejayaan yang telah lewat. Ini saatnya kita ummat Islam bangkit. Ini saatnya, ini zaman kita, zaman dimana kita yang berhak mewarnainya. Silahkan ber-Iqra. Carilah Ilmu, kajilah ilmu, kejarlah ilmu, tapi awas…. Jangan lupa sama formula utama : Iqro Bismika Ladzi Khalaq, Jika kita ber-Iqro tanpa membaca nama Allah, maka alamat, apa yang akan mengendon di otak kita adalah sebuah kesombongan Intelektual. Otak Intelek tapi kosong, karena merasa ilmu tinggi sehingga menganggap Allah itu rendah, yang pada gilirannya meremehkan orang lain, meremehkan orang yang pemikirannya jauh dibawah level. Selalu ngganggap orang lain bego dan bodoh. Selalu mengganggap dirinya pintar dan hebat. Apalagi kalau sudah kuliah kemana – mana, udah ikutan berbagai pelatihan Regional, Nasional, dan Internasional, maka orang intelek kayak begini biasanya memiliki kadar kesombongan Nauzubillah Min Zalik….. bukannya kayak Ilmu Padi, makin berisi makin merunduk.
Tapi makin berisi and pintar, makin merasa hebat choy…… benarlah apa yang dikatakan oleh Allah , bahwa tiada berguna ilmu pengetahuan manusia jika tidak bukan untuk mengagungkan Asma Allah. Hancur dan krisis multi dimensional yang terjadi dimana – mana, krisis moral, sosial, ekonomi, kebobrokan mental, adalah bayang – bayang kesombongan intelektual. Barat mempertuhankan Otak Inteleknya, sehingga keagungan Tuhan pun digadaikan di lantai bursa saham, semua isi dunia mau diatur pakai Otak Intelektualnya. Haruskah kita ikut-ikutan ? Setan dan Iblis berlomba – lomba menawarkan kehebatan Otak manusia sebagai Tuhan yang tertinggi. Padahal mereka sedang mengajak kita ikutan ke neraka untuk teman main catur di dasar kawah Neraka Jahanam.
Seharusnya kita jika sudah terkontaminasi kesombongan intelektual ( lebih keras daripada virus HIV atau virus komputer Worm ) segeralah ambil air wudhu, lakukan sholat tobat, sebelum keburu meninggal, keburu ketemu malaikat, malu khan…..Wassalam.
Gejala Penyakit Kesombongan Intelektual :
1.Hidupnya selalu gelisah, bahkan tidurnya pun gelisah.
2.Suka memandang remeh orang lain.
3.Suka menyerang Ide – ide keagamaan yang udah ada bukti kuatnya
4.Suka makan batu dan tanah
5.Suka menjelekin orang laen, apalagi yang ilmunya enggak selevel.
6.Suka membuat – buat Tuhan seperti anak kecil mewarnai lukisan
7.Gila Sinting
8.Matanya melotot melulu
9.Indikasi awal : Lupa Tuhan lalu, Lupa diri, lalu lupa ingatan, lalu lupa daratan, kalau sudah lupa daratan, lupa mendarat dech….
One Day in Your Life

Suatu saat kamu akan menyadari sesuatu, demikian kata Michael Jackson. Entah kapan dan dimana, kamu pasti akan menyadari sesuatu. Ketika pertama kali aku mendengar lirik itu, aku tidak terlalu memperhatikannya. Namun kini di sebuah tengah malam, aku masih terjaga dan duduk didepan Laptop. Aku merasa menyadari sesuatu, bahwa ternyata aku belum bisa merubah hidupku menuju ke kehidupan lebih layak sebagaimana yang telah lama aku impikan. Sampai kini aku masih hidup dibawah telapak kaki orang lain. Aku masih menjadi kacung orang lain, belum menjadi majikan bagi diriku sendiri. Inilah yang kini sedang kusadari. Aku terus menerus memikirkan hal itu. Sehingga malam berjalan bagaikan seorang kakek yang berjalan terseok – seok menuju kearah lembah yang sunyi.
Juli 2009
JEMBATAN MAHAKAM ULU ITU AKHIRNYA SELESAI JUGA
17 Juni 2009, saya mencoba untuk melewati Jembatan Tersebut. Suasana masih terasa lengang dan sunyi ketika saya lewat. Waktu itu masih pukul 2 siang. Yang nampak hanya ada satu dua orang pengendara motor yang sedang melihat – lihat jembatan. Ada juga beberapa orang yang sedang asik memancing. Aku pun berhenti di tengah – tengah jembatan, kemudian dengan kamera handphone 6600 saya mencoba mengabadikan jembatan tersebut. Jembatan tersebut memang belum 100 persen selesai, karena masih banyak bagian – bagiannya yang belum diselesaikan. Namun dengan dibukanya akses jembatan tersebut, masyarakat yang berasal dari dua sisi Mahakam bisa saling menyeberang. Menurut informasi setiap sore jam 4 sampai magrib, dikedua sisi dipenuhi oleh para pelancong yang menikmati Sungai Mahakam dari atas jembatan tersebut. Pasangan – pasangan muda, suami isteri berserta keluarga. Bahkan para penjual berkendaraan memenuhi kedua sisinya. Terlepas dari itu, memang Jembatan Mahakam Baru tersebut cukup membantu meringankan Jembatan Mahakam Tua yang selama ini telah berkerja keras. Di Jembatan Mahakam Tua setiap sore jam 4 selalu terjadi kemacetan yang panjang luar biasa. Beda dengan Mahakam Jembatan Baru setiap sore jam 4 justeru dipenuhi oleh para Turis Lokal.
Minggu, 19 Juli 2009
KETIKA TEROR ITU KEMBALI LAGI
Jakarta diguncang bom lagi, sehari sebelum kedatangan MU. Membuat nama Indonesia kembali cacad dimata dunia. MU pun batal datang. Saya benar - benar heran dengan kelakuan para Teroris ini, sungguh aneh dan mencengangkan. Apakah memang harus begitukah caranya ? Sampai saat ini saya termasuk orang yang bingung dengan istilah Bom bunuh diri. Apalagi dengan dikaitkan dengan ajaran tertentu. Saya sampai berkali - kali berdiskusi dengan teman - teman saya tentang Apakah pandangan Islam tentang bom bunuh diri. Apakah memang harus dengan cara itu ? Bukankah Islam justeru dilahirkan sebagai Rahmatan Lil Alamin ? Rahmat bagi seluruh alam. Agama yang damai dan selamat ( Muslim ). dengan cara ngebom apa mendatangkan kedamaian dan keselamatan ? Justeru banyak orang yang tidak selamat kalau pakai bom. Mengapa kita tidak menggunakan cara - cara Mahatma Gandhi ? Mengapa justeru membunuh dan menyakiti sesama manusia. ???? Bingung aku memikirkannya.....
Langganan:
Postingan (Atom)