By Muhammad Yusni ( Yoesny )
Pernah nggak kamu buka – buka lagi buku agenda lamamu
Pernah nggak kamu kembali ngakak melihat betapa ternyata dulu kamu benar benar jadul
Pernah nggak kamu tertawa terpingkal – pingkal betapa lucunya kamu ketika masih sekolah
Pernah nggak kamu menangis lagi ketika kamu teringat pacar pertamamu
Pernah nggak kamu tersipu malu ketika kamu melihat saputangan dari pacarmu dulu
Betapa haru birunya hati ketika kenangan itu kembali terbentang
Betapa haru birunya hati ketika album masa lalu terungkap lagi
Tapi percayalah padaku,
Jika kamu masih bisa tertawa
Jika kamu masih bisa menangis
Jika kamu masih bisa tersipu
Jika kamu masih bisa terharu biru
Itu artinya kamu manusia biasa
Sama seperti aku
Sama seperti bermilyar orang diatas dunia ini
Namun kebanyakan orang tidak suka ketahuan
Namun kebanyakan orang tidak ingin ketahuan
Desa loa duri 17 Agustus 2010
Selasa, 17 Agustus 2010
MENGENAL FACEBOOK DAN SEJENISNYA LEBIH JAUH
Menurut saya salah satu penyebab boomingnya Facebook, Twitter dan sejenisnya adalah dari segi privasinya. Bersosialisasi namun tetap terjaga privasi kita. Atau dengan kata lain, bersosialisasi tanpa harus meninggalkan rumah atau kantor. Bayangkan efisensi dan efektifitasnya. Misalnya para pemilik sebuah Perusahaan kini enggak perlu lagi harus ngumpul meeting disuatu tempat jika harus membahas sesuatu. Cukup via Facebook yang tertutup, kapan saja dan dimana saja bisa dilakukan komunikasi. Memang hidup bermasyarakat tetap penting dilakukan. Misalnya bertegur sapa dengan tetangga kiri kanan ya tetap saja dilakukan. Namun jika harus berhubungan dengan kawan yang berbeda kota atau Negara, kayaknya dunia maya menjadi pilihan.
Saya saja selama mempergunakan Facebook banyak hal yang bisa saya lakukan. Yang jelas banyak teman – teman lama hilang kini ketemu lagi, bahkan bisa saling chatingan via chat room di FB. Kemudian saya juga banyak kenalan baru dari segala tingkatan usia. Mulai dari usia anak usia 13 tahun sampai usia separo baya. Banyak kenalan pula dari berbagai kota dan provinsi yang ada di Indonesia. Kami bisa saling bertukar fikira, bertukar joke dan bahkan bisa saling curhat, tanpa harus merasa malu atau malu – maluin. Khan ada manusia yang tidak senang membicarakan hal pribadi secara empat mata. Lewat Chating room, kita bisa saling berbicara.
Fasilitas seperti pembuatan group, agenda acara, birthday alert, chating room, email dan semacamnya, saya fakir udah taraf mantap. Hanya sayangnya FB tidak mau melakukan sharing Money sebagaimana Yuwie atau Perfspot misalnya. Seandainya FB bisa melakukan sharing money, hakul yakin deh, facebook akan lebih ngebooming.
Namun ya itulah, sayangnya banyak orang – orang yang memanfaatkan FB sebagai sarana baru penipuan, baik uang, tampang maupun body selling. Sehingga menimbulkan stigma jelek dikalangan kaum pendidik. Apalagi para siswa – siswi terkadang kalau sibuk FB-an lupa belajar. Bahkan ada di Tahun 2010 ini secara terang – terangan menyalahkan FB sebagai penyebab jebloknya nilai UN dimana – mana. Padahal kita tahu persis penyebab utamanya “ off the record “.
Padahal seandainya para pendidik bisa menjelaskan sisi positif jejaring social, Insya Allah para siswa – siswi akan lebih terarah dalam mempergunakan FB dan sejenisnya.
Terus terang saya, adalah salah satu Pendidik yang memanfaatkan FB untuk melakukan komunikasi dengan murid saya, mereka pun dengan bebas mengekpresikan diri dan identitas dirinya di FB. Lha ketimbang mereka melakukan Konvoi motor, membentuk gank yang meresahkan masyarakat, pergaulan bebas dan mabuk – mabukan. Mending mereka mengekpresikan diri FB. Gimana bapak – ibu saudara lain, setuju enggak ??? Silahkan di Komentari kirim ke email emyoesny@yahoo.com atau yoesny fcb di Facebook.
Menulis Some thing
Seorang Writer seperti saya harus berpacu dengan waktu. Setiap hari saya harus bisa menangkap “ Something “ dan mengikatnya dengan Pena elektronik. Terkadang godaan demi godaan datang menghambat saya untuk menulis. Baik dari sibuknya berkerja, sibuknya melayani, sibuknya menonton TV atau Filem, sibuknya mengurusi urusan keluarga. Sehingga energi saya habis terkuras ketika malam menjelang, tertidur sambil memeluk laptop yang mulai dingin. Namun untungnya saya sudah punya program harian, yaitu menyempatkan menulis walaupun hanya satu kalimat satu harinya. Terkadang kalau lagi benar – benar mood saya baru bisa menulis ribuan kata. Walaupun tema tulisan tidak pernah saya pilih. Saya menulis bebas saja. Semenjak ada blog saya sedikit tertolong, karena lewat blog saya bisa mempublikasikan tulisan saya, walaupun hanya 1 kata atau satu kalimat.
MASYARAKAT YANG SAKIT
Aku kesal pada diriku sendiri. Kesal pada sekitarku. Semuanya tampak kusam dan mengerikan. Masyarakat dimana aku tinggal penuh dengan kekacauan. Chaos. Begitu mudahnya terjadi pembunuhan, begitu mudahnya terjadi kejahatan, begitu mudahnya semua terjadi. Manusia semakin hari semakin tidak bermoral. Apakah karena tayangan – tayangan di TV atau maraknya VCD porno dan kanibalisme. Atau memang manusia yang sudah tidak lagi memiliki hati nurani. Setiap hari kita lihat di berita tentang kriminalitas yang kian hari kian menyeramkan. Manusia sudah saling bantai dan membunuh sesamanya hanya karena sepeser uang. Bahkan hanya karena tersenggol atau tersinggung kata – kata sudah main bacok dan main tikam. Sudah separah inikah masyarakat disekitarku. Sehingga setiap kali aku mencoba menyusun sebuah naskah tentang damainya hidup ini. Aku selalu gagal dan terus mengulang. Bukan tidak bisa menyusun kata – kata. Bukan tidak bisa merangkai kata – kata. Namun hatiku selalu bergejolak setiap kali melihat damai dan kekacauan berdiri sama tinggi. Kita mau bilang damai ternyata chaos. Lalu adakah kata – kata yang tepat untuk menamai kondisi sekarang ?
PASCA PENGALAMAN TRAUMATIK
Aku belum tahu persis dampak dari kecelakaan yang aku terima secara fizikal maupun rohaniyah, yang jelas aku merasa sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Ada hal – hal yang harus aku pertimbangkan kini untuk menata hidupku. Di Usia 40 – an ini aku harus segera mengambil kebijakan dan langkah – langkah selanjutnya. Karena aku tidak mau menyesal dibelakang hari. Pekerjaan, keluarga, dan kehidupan ini harus ditata ulang dan disusun ulang. Kalau perlu dilakukan remarkable keseluruhan. Karena kualitas hidup kami sangatlah buruk. Lebih buruk dari orang lain. Namun yang kurasakan sangat penting dan segera adalah menjalin lagi hubunganku dengan Sang Penguasa. Sang Pencipta yang lama sengaja selalu kukurangi bertemu. Karena aku merasa selama ini sudah terlalu banyak meminta, dan setiap pintaku selalu terkabulkan. Oleh karena itulah aku berhenti meminta. Selama ini aku hanya menyembah dan berhenti meminta. Karena aku malu meminta terus menerus, sementara kewajibanku jarang terpenuhi.
Namun ada satu fakta yang kutemukan, bahwa menyembah dan meminta ternyata sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Ketika kita menyembah, maka kita harus meminta. Ketika kita mengetuk pintu, maka pintu akan dibuka, dan saat itulah kita harus menyampaikan permintaan. Kalau kita tidak meminta maka Tuhan tidak akan memberi. Itulah fakta yang kudapatkan, menyembah dan meminta adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Dan itu yang selama ini kucoba untuk memisahkannnya. Sampai kejadian tersebut mengagetkan instrument rohaniku. Dan akupun bersujud dalam keheningan……. Untuk menyampaikan permintaanku. Amin.
Namun ada satu fakta yang kutemukan, bahwa menyembah dan meminta ternyata sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Ketika kita menyembah, maka kita harus meminta. Ketika kita mengetuk pintu, maka pintu akan dibuka, dan saat itulah kita harus menyampaikan permintaan. Kalau kita tidak meminta maka Tuhan tidak akan memberi. Itulah fakta yang kudapatkan, menyembah dan meminta adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Dan itu yang selama ini kucoba untuk memisahkannnya. Sampai kejadian tersebut mengagetkan instrument rohaniku. Dan akupun bersujud dalam keheningan……. Untuk menyampaikan permintaanku. Amin.
Rabu, 30 Juni 2010
Islam itu sebenarnya Mengajarkan Keseimbangan
Seimbang dalam segala hal. Ketika mencari nafkah kita diperkenankan mencari semampu dan sekuat kita. dalam islam sama sekali tidak dilarang untuk menjadi kaya atau miskin. Masalahnya adalah ketika kita sudah kaya, maka kita diwajibkan berzakat. dengan tujuan supaya rezeki kita bisa di nikmati pula oleh orang dhuafa.
Begitu pula makan, minum dan kawin. kita disuruh untuk berada di tengah - tengah. jangan makan terlalu kenyang dan juga jangan terlalu lapar. begitu pula minum. begitu pula menikah.
Lalu jika bagaimana dengan sistem pendidikan ? Apakah kita kaku sekaku kakunya, ataukah selonggar - longgarnya. entar mau jadi apa anak didik kita ? mau dibawa kemana sebenarnya hubungan kita ????
Begitu pula makan, minum dan kawin. kita disuruh untuk berada di tengah - tengah. jangan makan terlalu kenyang dan juga jangan terlalu lapar. begitu pula minum. begitu pula menikah.
Lalu jika bagaimana dengan sistem pendidikan ? Apakah kita kaku sekaku kakunya, ataukah selonggar - longgarnya. entar mau jadi apa anak didik kita ? mau dibawa kemana sebenarnya hubungan kita ????
Langganan:
Postingan (Atom)