Artikel ini Ulun tulis bulan
Juni tahun 2016. Di beberapa media elektronik, hampir setiap hari kita lihat
berita – berita yang mengerikan. Banyaknya pembunuhan sadis terhadap anak –
anak dibawah umur dan gadis – gadis remaja. Ada yang dilecehkan oleh teman
sekelasnya. Ada yang diperkosa oleh teman -
teman sekolahnya. Ada yang dilecehkan, di aniaya, dan bahkan sampai
dibunuh. Dan yang melakukannya lebih dari satu atau dua orang. Bahkan sampai
ada 15 orang pemerkosanya.
Dan ketika dilakukan
penyelidikan atas muasal perbuatan tersebut, selalu muncul dua faktor penyebab
yaitu : Miras dan Film Porno. Semua peristiwa terjadi setelah si pelaku dalam
keadaan mabuk karena menenggak minuman keras atau Sehabis nonton film porno, entah
dari DVD atau dari HP, atau dari Warnet.
Sungguh mengerikan dampak
negatif dari dua produk DUNIA MODERN tersebut.
Pertama : MIRAS. Minuman
keras ini sejak zaman dulu sampai zaman sekarang ternyata hanya memiliki satu
pengaruh. Yaitu kerusakan. Lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Apa
coba manfaatnya ? Tidak heran kalau Agama Islam mengharamkan minuman tersebut.
Karena sudah banyak kejadian dan fakta di lapangan kalau MIRAS hanya merusak
mental generasi muda dan bahkan generasi tua. Yang ada hanyalah kerusakan demi
kerusakan. Yang luar biasanya,
MIRAS di bantu oleh teknologi canggih justeru di
promosikan kemana – mana, baik lewat media elektronik maupun internet. Generasi
muda dengan mudahnya membeli MIRAS semudah mereka membeli minuman SODA di mana
– mana. Bahkan di cafe – cafe, di restoran – restoran, ataupun di diskotik,
sangat mudah memesan MIRAS. Yang penting ada uang, minuman pasti datang. Dengan
harga seberapapun pasti ada. Semua ada. Nah yang hebatnya lagi, anak muda –
anak muda yang tidak punya cukup uang, kemudian melakukan eksprimen dengan
minuman yang di oplos. Akibatnya ada yang tewas menggenaskan. Luar biasa
kreatifnya. Sprite campur bodrex campur krating daeng. Luar biasa.
Nah dampak minuman keras
inilah yang kemudian membuat terjadinya aksi – aksi pelecehan, pencabulan,
pemerkosaan ramai – ramai, sampai membunuh. Para Ulama sejak dulu sudah
mengingatkan bahwa yang namanya MIRAS adalah biang kejahatan. Ingat nggak sama
cerita seorang Ahli Ibadah yang tidak bisa di goda oleh Setan ? Dengan berbagai
cara Ahli ibadah tersebut di goda. Tapi tidak tergoda. Sampai akhirnya ketika
oleh Setan di ajak minum sedikit MIRAS, eh, memang kelihatannya dosa Cuma paling
sedikit. Cuman minum doang. Namun disitulah kemudian setan menang. Setelah
minum, sang Ahli ibadah terpedaya, kemudian ia memperkosa dan membunuh seorang
gadis yang kebetulan dititipkan oleh tetangganya di rumahnya. Sekali lagi MIRAS adalah biang kejahatan.
Kemudian penyebab yang kedua
yaitu : Film Porno. Seksual memang menduduki peringkat pertama dari penyebab
sebuah kerusakan mental generasi muda. Dorongan libido sex yang sangat tinggi
pada kaum muda memang sangat berpengaruh pada prilaku. Dorongan ketertarikan
pada lawan jenis, memang sudah diciptakan oleh Tuhan sejak zaman dulu. Kebutuhan
kelamin memang tidak bisa di tawar – tawar. Dorongan sex pada binatang tidak
bisa terkendali. Lihat saja kelakuan Babi, tidak tahu anak, tidak tahu
induknya. Pokoknya sikat saja. Yang penting tersalurkan.
Pada manusia, memang telah
Tuhan ciptakan juga dorongan seksual tersebut, namun diatur dengan baik lewat
undang – undang dan aturan yang disebut Agama. Jika seorang gadis dan pemuda
yang sudah memasuki usia perkawinan, maka wajib keduanya untuk menikah. Wajib
bagi keduanya untuk menjaga Farjinya masing – masing. Untuk tetap setia pada
satu pasangan. Namun jika di rasa kurang, maka dipersilahkan untuk menambah
sampai 4 orang. Bayangkan tuh betapa Tuhan sebagai pencipta produk tahu persis
atas ciptaanNya.
Namun semuanya harus melewati pintu Pernikahan. Karena kalau
tidak lewat tersebut, itu artinya Perzinahan. Kalau sifatnya perzinahan, itu
berarti kerusakan. Inilah yang bisa merusak tatanan masyarakat. Lha, bayangkan kalau
kita bisa bergonta – ganti pasangan seksual. Tidak tau isteri tetangga, tidak
tau isteri orang lain. Pokokke sikat ? Mau jadi apa tuh Burung? Itu namanya
Instabilitas Burung. Yang terjadi konflik sosial. Maka akan terjadi perkelahian
yang pada akhirnya akan saling membunuh. Lalu yang parahnya lagi, kalau seorang
perempuan berhubungan dengan beberapa lelaki, kemudian punya anak, siapa
Bapaknya ?
Yang parah lagi adalah,
ketika kebebasan berhubungan seksual kemudian di rekam pakai handycam atau
pakai handphone berkamera. Lalu di upload ke Internet. Kemudian menyebar di
internet bagaikan menyebarnya racun ikan di perairan sungai. Yang menonton
berbagai macam suku bangsa, berbagai batasan usia. Lalu hal yang tidak layak
tadi mau di contoh oleh anak – anak muda yang katanya Modern tadi, maka
mulailah burung – burung muda tadi mencari sasaran.
Kalau yang punya uang bisa
pergi ke komplek – komplek pelacuran. Yang tidak punya uang gigit jari, lalu
mulai mengintai pantat kambing tetangga, mulai mengintai teman sebangku di
sekolah, mulai mengintai anak tetangga. Ketika ada kesempatan, ditambah habis
menenggak MIRAS, maka burung pun beraksi. Yang hebatnya lagi kalau burung –
burung haus lain melihat burung yang udah ketemu sasaran, langsung mau
berjamaah juga. Maka terjadilah pemerkosaan dengan pelaku dalam jumlah banyak.
Ada bertiga, bertujuh, bertiga belas. Maaf kalau bahasa saya terlalu vulgar.
Namun inilah cara saya melukiskan keadaan kita sekarang.
Karena itu, marilah kita
semua sebagai komponen masyarakat yang sadar, untuk bersatu padu menjaga
lingkungan keluarga masing – masing. Menjaga lingkungan masyarakat dimana kita
tinggal. Bersifat aktiflah untuk memeriksa anggota yang ada. Mewaspadai semua
gejala – gejala prilaku yang mencurigakan. Segera siap siaga. Begitu ada yang
mencurigakan langsung sergap dan selesaikan.
Saya kok kurang setuju kalau
pelaku hanya sekedar di hukum beberapa tahun di penjara, atau dipasangi CHIP,
atau bahkan di potong burungnya. Saya lebih sepakat untuk semua pelaku
pemerkosa dan pembunuh – hanya satu hukumannya yaitu hukuman di Rajam sampai
mati ( dilempar pakai batu ). Subhannallah.
Ini hanya sebuah renungan yang liar.