Aku belum tahu persis dampak dari kecelakaan yang aku terima secara fizikal maupun rohaniyah, yang jelas aku merasa sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Ada hal – hal yang harus aku pertimbangkan kini untuk menata hidupku. Di Usia 40 – an ini aku harus segera mengambil kebijakan dan langkah – langkah selanjutnya. Karena aku tidak mau menyesal dibelakang hari. Pekerjaan, keluarga, dan kehidupan ini harus ditata ulang dan disusun ulang. Kalau perlu dilakukan remarkable keseluruhan. Karena kualitas hidup kami sangatlah buruk. Lebih buruk dari orang lain. Namun yang kurasakan sangat penting dan segera adalah menjalin lagi hubunganku dengan Sang Penguasa. Sang Pencipta yang lama sengaja selalu kukurangi bertemu. Karena aku merasa selama ini sudah terlalu banyak meminta, dan setiap pintaku selalu terkabulkan. Oleh karena itulah aku berhenti meminta. Selama ini aku hanya menyembah dan berhenti meminta. Karena aku malu meminta terus menerus, sementara kewajibanku jarang terpenuhi.
Namun ada satu fakta yang kutemukan, bahwa menyembah dan meminta ternyata sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Ketika kita menyembah, maka kita harus meminta. Ketika kita mengetuk pintu, maka pintu akan dibuka, dan saat itulah kita harus menyampaikan permintaan. Kalau kita tidak meminta maka Tuhan tidak akan memberi. Itulah fakta yang kudapatkan, menyembah dan meminta adalah sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Dan itu yang selama ini kucoba untuk memisahkannnya. Sampai kejadian tersebut mengagetkan instrument rohaniku. Dan akupun bersujud dalam keheningan……. Untuk menyampaikan permintaanku. Amin.
Selasa, 17 Agustus 2010
Rabu, 30 Juni 2010
Islam itu sebenarnya Mengajarkan Keseimbangan
Seimbang dalam segala hal. Ketika mencari nafkah kita diperkenankan mencari semampu dan sekuat kita. dalam islam sama sekali tidak dilarang untuk menjadi kaya atau miskin. Masalahnya adalah ketika kita sudah kaya, maka kita diwajibkan berzakat. dengan tujuan supaya rezeki kita bisa di nikmati pula oleh orang dhuafa.
Begitu pula makan, minum dan kawin. kita disuruh untuk berada di tengah - tengah. jangan makan terlalu kenyang dan juga jangan terlalu lapar. begitu pula minum. begitu pula menikah.
Lalu jika bagaimana dengan sistem pendidikan ? Apakah kita kaku sekaku kakunya, ataukah selonggar - longgarnya. entar mau jadi apa anak didik kita ? mau dibawa kemana sebenarnya hubungan kita ????
Begitu pula makan, minum dan kawin. kita disuruh untuk berada di tengah - tengah. jangan makan terlalu kenyang dan juga jangan terlalu lapar. begitu pula minum. begitu pula menikah.
Lalu jika bagaimana dengan sistem pendidikan ? Apakah kita kaku sekaku kakunya, ataukah selonggar - longgarnya. entar mau jadi apa anak didik kita ? mau dibawa kemana sebenarnya hubungan kita ????
Senin, 31 Mei 2010
Kembali ke Pangkal Jalan
Banyak orang yang tetap melanjutkan perjalanan hidupnya, padahal jalan hidup itu bukan ia inginkan dan ia harapkan. Banyak manusia yang seperti ini. Tetap melangkah walau penuh beban dan penyesalan. Aku takmau seperti itu, aku harus segera kembali ke pangkal jalan, dan kembali memulainya. Kembali membangunnya lagi dan kembali merintis lagi.
Senin, 03 Mei 2010
LULUS DAN TIDAK LULUS
Sebenarnya kelulusan memang penting, sebagai standar kemampuan seseorang di dunia pendidikan. Namun jika sebuah kelulusan dianggap terlalu sakral, maka saya kurang setuju. karena bagi saya arti Tidak lulus, hanyalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Atau ibarat menanti Taxi lewat. Kalau belum cocok, masih ada Taxi berikut yang akan lewat. jadi jangan be affraid apabila anda tidak Lulus. Takutilah Ujian terbesar yaitu Test dari Allah yaitu : Lulus masuk surga atau tidak lulus.......
Langganan:
Postingan (Atom)