Kamis, 12 Desember 2024

KERANGKA BUKU: "KEKERASAN: SEJARAH, PERKEMBANGAN, DAN IMPLIKASI" ( Draft by AI )

KERANGKA BUKU: "KEKERASAN: SEJARAH, PERKEMBANGAN, DAN IMPLIKASI"

PENULIS : MUHAMMAD YUSNI 

Pendahuluan

  1. Definisi Kekerasan
    • Apa itu kekerasan?
    • Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik, ancaman, atau paksaan untuk menyakiti, melukai, merusak, atau mengendalikan orang lain secara fisik, psikologis, atau emosional. Definisi ini mencakup tindakan yang mengakibatkan bahaya, penderitaan, atau kerusakan pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan, serta bisa dilakukan melalui berbagai bentuk, termasuk fisik, seksual, psikologis, verbal, dan ekonomi.
    • Jenis-jenis kekerasan
      • Kekerasan Fisik: 
        Penggunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa senjata yang menyebabkan luka fisik, cedera, atau kematian. 
      • Kekerasan Seksual: 
        Tindakan yang menyerang tubuh, hasrat seksual, atau fungsi reproduksi seseorang tanpa persetujuan, bisa melalui paksaan, ancaman, atau tipu daya. 
      • Kekerasan Psikologis/Emosional: 
        Tindakan yang menyebabkan penderitaan psikologis atau emosional, seperti mengintimidasi, mengancam, atau mempermalukan. 
      • Kekerasan Verbal: 
        Menggunakan kata-kata untuk menyakiti, mengancam, atau merendahkan orang lain. 
      • Kekerasan Ekonomi: 
        Mengendalikan atau membatasi akses seseorang terhadap sumber daya ekonomi, seperti pekerjaan atau uang. 
      • Kekerasan Institusional: 
        Perilaku kasar atau mengontrol dari suatu institusi, seperti rumah sakit atau sekolah, seperti mengunci seseorang atau membatasi pilihan mereka. 
      • Kekerasan Berbasis Gender (KBG): 
        Kekerasan yang dilakukan terhadap seseorang karena jenis kelaminnya, yang bisa menimpa siapa saja, namun sering kali menargetkan perempuan. 
       
    • Perspektif sosial, budaya, dan hukum tentang kekerasan.
Perspektif sosial, budaya, dan hukum tentang kekerasan melihatnya sebagai fenomena kompleks yang berakar pada struktur sosial dan budaya, di mana norma patriarki sering menjadi faktor penyebab. Secara hukum, kekerasan didefinisikan sebagai tindakan melawan hukum yang menimbulkan bahaya fisik atau psikis, tetapi penegakan hukumnya terhambat oleh faktor sosial-budaya seperti anggapan kekerasan sebagai masalah privat atau rendahnya perlindungan bagi korban. 
Perspektif sosial
  • Struktur kekuasaan: Kekerasan, terutama dalam rumah tangga, sering kali terjadi karena adanya hubungan kekuasaan yang timpang antara laki-laki dan perempuan, di mana perempuan dianggap memiliki status lebih rendah.
  • Budaya patriarki: Budaya yang meyakini superioritas laki-laki menyebabkan penindasan terhadap perempuan dan menganggap kekerasan sebagai urusan pribadi, bukan masalah sosial.
  • Ketergantungan ekonomi: Ketergantungan finansial pada suami dapat membuat perempuan terjebak dalam situasi kekerasan.
  • Penyelesaian konflik: Kekerasan bisa menjadi alat penyelesaian konflik yang tidak sehat, dipicu oleh frustrasi, ketidaksesuaian harapan, atau persaingan dalam hubungan.
  • Kurangnya kontrol sosial: Masyarakat cenderung membiarkan kekerasan terjadi karena takut ikut campur, sehingga korban kesulitan mendapatkan pertolongan. 
Perspektif budaya
  • Anggapan "aib keluarga": Budaya sering menganggap kekerasan adalah aib pribadi keluarga yang tidak pantas dicampuri oleh orang lain, sehingga banyak kasus tidak dilaporkan.
  • Normalisasi kekerasan: Norma-norma gender yang tertanam di masyarakat dapat membuat kekerasan dianggap sebagai hal yang wajar atau bagian dari dinamika hubungan, terutama kekerasan terhadap anak yang kadang dianggap respons normal orang tua.
  • Tingkat religiusitas: Rendahnya pengamalan dan penghayatan nilai-nilai keagamaan dapat mendorong tindakan kekerasan, karena nilai-nilai tersebut dianggap tidak lagi relevan dalam hubungan sosial. 
Perspektif hukum
  • Definisi hukum: Kekerasan adalah perbuatan melawan hukum yang menyebabkan bahaya bagi nyawa, badan, atau merampas kemerdekaan seseorang, baik secara fisik maupun psikis.
  • Dasar hukum: Indonesia telah memiliki dasar hukum untuk melindungi korban kekerasan, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
  • Kelemahan penegakan: Hukum tidak selalu efektif karena seringkali dipengaruhi oleh persepsi sosial-budaya, sehingga penanganannya menjadi tidak memadai dan korban sulit mendapat perlindungan yang layak.
  • Dampak sanksi: Putusan hakim yang ringan dapat memberikan kesan bahwa pelaku tidak akan takut dengan sanksi hukum, yang dapat mendorong orang lain untuk melakukan kekerasan.
  • Peran hukum dan masyarakat: Diperlukan penegakan hukum yang tegas dan perlindungan yang komprehensif bagi korban, serta peran aktif masyarakat dalam mencegah kekerasan melalui kampanye dan kesadaran, sesuai dengan pedoman yang diatur dalam hukum. 
  1. Tujuan Buku
    • Menjelaskan evolusi kekerasan dari masa ke masa.
Evolusi kekerasan dari masa ke masa menunjukkan pergeseran bentuk kekerasan, dari yang sebelumnya didominasi kekerasan fisik menjadi lebih kompleks dan mencakup kekerasan psikis, seksual, ekonomi, hingga siber. Pada masa lalu, kekerasan lebih sering terwujud secara fisik dan terang-terangan, namun kini bentuknya makin halus, bahkan terselubung, dan memanfaatkan teknologi. 
Kekerasan dalam konteks sejarah
  • Masa prasejarah: Kekerasan lebih bersifat fisik, seperti penggunaan alat untuk menyerang. Ini bisa berupa persaingan untuk sumber daya atau dominasi teritorial, dan tujuannya adalah untuk bertahan hidup.
  • Masa feodal: Kekerasan dipengaruhi oleh hierarki sosial. Kekerasan sering terjadi sebagai alat penindasan dan penguasaan terhadap kelas bawah. Contohnya adalah perbudakan dan kerja paksa, dan dominasi oleh penguasa feodal.
  • Masa modern: Kekerasan mulai berkembang menjadi lebih terorganisir. Di era ini, kekerasan dapat terjadi dalam bentuk perang antar negara, genosida, dan penjajahan. Bentuk-bentuk kekerasan yang terorganisir ini didorong oleh ideologi dan kepentingan nasional. 
Evolusi kekerasan di masa kini
  • Kekerasan Fisik: Masih sering terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kekerasan ini bisa berupa pemukulan, luka, atau ancaman fisik.
  • Kekerasan Psikologis/Emosional: Dampaknya sering kali sama merusaknya dengan kekerasan fisik. Ini termasuk intimidasi, ancaman, dan manipulasi, yang menyebabkan korban merasa tidak berharga, cemas, dan depresi.
  • Kekerasan Seksual: Melibatkan pemaksaan, pelecehan, atau eksploitasi seksual. Dampak jangka panjang bagi korban bisa berupa trauma psikologis berat.
  • Kekerasan Ekonomi: Kekerasan yang berhubungan dengan kontrol dan manipulasi keuangan. Ini bisa berupa menyembunyikan uang, tidak memberikan nafkah, atau memaksa korban untuk tidak bekerja.
  • Kekerasan Siber: Bentuk kekerasan baru yang memanfaatkan teknologi. Ini termasuk perundungan siber, penyebaran informasi pribadi tanpa izin, dan penggunaan media sosial untuk mengancam.
  • Kekerasan Struktural: Kekerasan yang tertanam dalam sistem sosial, ekonomi, atau politik. Ini bisa terjadi melalui diskriminasi, kemiskinan, dan ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan, kesehatan, atau pekerjaan. 

    • Memberikan analisis dampak kekerasan terhadap individu dan masyarakat.
Kekerasan berdampak pada individu melalui luka fisik, trauma psikologis seperti depresi dan kecemasan, serta isolasi sosial dan kerugian ekonomi. Di tingkat masyarakat, kekerasan merusak tatanan sosial, menurunkan tingkat toleransi, menciptakan siklus kekerasan lintas generasi, dan mengancam keharmonisan keluarga. 
Dampak pada individu
  • Fisik: Mengalami cedera fisik seperti memar, patah tulang, luka bakar, atau bahkan kematian.
  • Psikologis: Merasakan trauma, depresi, kecemasan, rendah diri, mimpi buruk, kesulitan tidur (insomnia), dan ketakutan dalam menjalin hubungan sosial.
  • Sosial: Merasa terasing, dikucilkan, dan mengalami kesulitan dalam membangun serta mempertahankan hubungan sosial.
  • Ekonomi: Mengalami kerugian finansial akibat biaya pemulihan kesehatan, hilangnya pekerjaan, atau eksploitasi penghasilan oleh pelaku kekerasan. 
Dampak pada masyarakat
  • Struktur dan Tatanan Sosial: Mengikis nilai-nilai demokrasi dan toleransi, serta mengancam keharmonisan keluarga.
  • Siklus Kekerasan: Kekerasan yang dialami anak dapat ditiru dan menjadi pola perilaku interaksi sosial mereka di masa depan, sehingga menciptakan siklus kekerasan yang terus berlanjut.
  • Keamanan dan Kesejahteraan: Menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan di masyarakat, terutama terhadap orang yang tidak dikenal.
  • Ketimpangan Sosial: Mencerminkan dan memperparah ketimpangan sosial yang ada, seperti ketimpangan gender atau ekonomi. 
  1. Metodologi dan Pendekatan Penulisan
    • Sumber sejarah, data empiris, dan studi kasus.
Sumber sejarah (primer, sekunder, lisan, tertulis, benda), data empiris (dari observasi, eksperimen, atau pengalaman), dan studi kasus (analisis mendalam satu atau lebih fenomena) adalah tiga konsep berbeda yang digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi. Data empiris seringkali menjadi bagian dari studi kasus, sementara sumber sejarah berfokus pada bukti dari masa lalu, dan studi kasus menganalisis fenomena secara mendalam di masa kini atau masa lalu. 
Sumber sejarah
  • Definisi: Bukti atau informasi yang berasal dari masa lalu dan dapat berupa sumber primer, sekunder, tersier, lisan, tertulis, atau benda.
  • Tujuan: Memahami peristiwa, orang, dan kondisi di masa lampau.
  • Contoh: Dokumen kuno, surat pribadi, kesaksian saksi mata (sumber primer), atau buku sejarah yang ditulis berdasarkan sumber primer (sumber sekunder). 
Data empiris
  • Definisi: Pengetahuan yang diperoleh melalui observasi langsung, eksperimen, atau pengalaman yang dapat diukur dan dianalisis.
  • Tujuan: Membangun dan memvalidasi hipotesis ilmiah berdasarkan bukti nyata.
  • Contoh: Data dari survei, hasil eksperimen laboratorium, hasil pengamatan langsung, atau data dari wawancara. 
Studi kasus
  • Definisi: Metode penelitian kualitatif atau kuantitatif yang menganalisis kasus tunggal atau beberapa kasus secara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif.
  • Tujuan: Menyelidiki secara rinci sebuah fenomena, masalah, atau kejadian dalam konteks kehidupan nyata.
  • Contoh: Mengkaji dampak sebuah kebijakan terhadap komunitas tertentu, menganalisis keberhasilan sebuah kampanye pemasaran, atau mempelajari pengaruh suatu peristiwa sejarah terhadap individu yang mengalaminya. 


Bagian 1: Kekerasan di Masa Kuno

  1. Kekerasan di Era Prasejarah
    • Perburuan, konflik antar suku, dan pembentukan hierarki kekuasaan.
    • Peran kekerasan dalam mempertahankan kehidupan.
  2. Kekerasan di Peradaban Awal
    • Babilonia: Hukum Hammurabi sebagai refleksi kontrol terhadap kekerasan.
    • Mesir dan Romawi: Perang dan perbudakan sebagai bagian dari struktur sosial.
  3. Perang dan Ekspansi Wilayah
    • Perang sebagai alat kekuasaan dan penguasaan sumber daya.
    • Kekerasan terorganisasi di kerajaan-kerajaan besar seperti Persia dan Yunani.

Bagian 2: Kekerasan di Abad Pertengahan dan Feodalisme

  1. Perang Salib dan Konflik Agama
    • Kekerasan atas nama kepercayaan.
    • Pengaruh konflik agama terhadap struktur sosial dan politik.
  2. Sistem Feodalisme dan Kekerasan Sosial
    • Penindasan petani oleh tuan tanah.
    • Kekerasan struktural dalam sistem hierarki feodal.
  3. Hukum dan Eksekusi di Abad Pertengahan
    • Hukuman mati dan metode penyiksaan.
    • Kekerasan sebagai alat kontrol masyarakat.

Bagian 3: Kekerasan di Era Modern Awal

  1. Revolusi dan Perang Dunia
    • Revolusi Prancis: Kekerasan untuk meraih kebebasan.
    • Perang Dunia I dan II: Kekerasan massal dan teknologi perang.
  2. Kolonialisme dan Kekerasan Struktural
    • Penindasan kolonial dan perlawanan lokal.
    • Dampak kekerasan kolonial terhadap masyarakat lokal.
  3. Kekerasan di Masa Revolusi Industri
    • Eksploitasi buruh dan kondisi kerja yang tidak manusiawi.
    • Bentrokan sosial antara kelas pekerja dan penguasa.

Bagian 4: Kekerasan di Era Kontemporer (1945–2024)

  1. Perang Dingin dan Kekerasan Politik
    • Konflik ideologi: Kapitalisme vs Komunisme.
    • Proxy wars dan pengaruhnya di dunia ketiga.
  2. Kekerasan dalam Kehidupan Modern
    • Terorisme: Penyebab dan dampaknya.
    • Kekerasan di media digital dan dunia maya.
  3. Kekerasan terhadap Kelompok Rentan
    • Diskriminasi gender, ras, dan orientasi seksual.
    • Kasus kekerasan berbasis agama dan etnis.
  4. Pandemi dan Kekerasan Sosial
    • Lonjakan kekerasan domestik selama pandemi COVID-19.
    • Ketegangan sosial akibat krisis ekonomi.

Bagian 5: Refleksi dan Solusi Kekerasan

  1. Akar Kekerasan: Psikologi dan Sosiologi
    • Faktor biologis, psikologis, dan sosial yang memicu kekerasan.
  2. Usaha Mengurangi Kekerasan
    • Pendekatan hukum, pendidikan, dan budaya.
    • Peran organisasi internasional dalam meredam konflik global.
  3. Masa Depan Kekerasan
    • Peran teknologi dan AI dalam mengurangi atau meningkatkan kekerasan.
    • Prediksi pola kekerasan di masa depan.

Penutup

  1. Merangkum Perjalanan Kekerasan
  2. Pentingnya Kesadaran Kolektif untuk Mengurangi Kekerasan
  3. Ajakan untuk Membangun Masyarakat Damai

Lampiran

  1. Data dan Statistik Kekerasan Global.
  2. Studi Kasus Kekerasan di Berbagai Wilayah.
  3. Daftar Referensi dan Bibliografi.

Buku ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana kekerasan telah membentuk sejarah umat manusia, sekaligus menawarkan refleksi dan harapan untuk masa depan.

SELAMAT JALAN SAUDARAKU - SAMSUDDIN BIN RAIS

Hari Rabu, 4 Desember 2024, kami menerima Informasi berita kecelakaan yang menimpa sejawat kami yang bernama Samsuddin bin Rais. Khabarnya beliau diseruduk dari arah samping ketika mau masuk sebuah gang. Saat itu Samsuddin berboncengan dengan Adik Samsuddin, Keponakan dan Sumarni. 

Setelah kejadian. Samsuddin dilarikan ke Puskesmas di Makroman. Sempat 4 jam di Puskesmas tersebut, kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Wahab Syahranie. Masuk ruang UGD. Sampai saat itu Samsuddin belum sadarkan diri juga. hampir 7 jam belum sadarkan diri, sempat dinyatakan meninggal. Namun setelah itu disadari bahwa Samsuddin masih bernafas walau dibantu dengan peralatan pernafasan. 

Kemudian Samsuddin mengalami koma selama 4 hari 3 malam, pada hari ke 5, akhirnya jam 17.00, Samsuddin menghembuskan nafas terakhir. Setelah itu, kemudian jenazahnya di bawa ke Makroman, untuk disemayamkan di Rumah duka. Apa mau dikata, demikian sudah jalan hidup pemuda tersebut.

Samsuddin adalah Relawan Harmonis yang termasuk pendiam. kemana mana selalu berdua dengan mbak Sumarni, yang ternyata adalah calon isterinya. Khabarnya dalam waktu dekat akan melaksanakan pernikahan. Namun nasib berkata lain. 

Teman - teman di Relawan Harmonis pun benar - benar merasa kehilangan. Sejak Samsuddin masuk rumah sakit, teman - teman Relawan berdatangan terus ke Rumah sakit. Memberi dukungan moril kepada keluarga Samsuddin. Bahkan sampai ada yang menginap semalaman di rumah sakit. 

ini adalah gambaran bahwa Samsuddin telah menjadi bagian dari keluarga Harmonis. Sumarni dan Samsuddin sudah hadir semenjak Harmonis didirikan. Berjuang bersama kami mendukung Bapak H. Rudy Mas'ud dan Seno Aji. Bahkan Pak H. Sabir dan Pak Tommy 2 orang pentingnya Pak Rudy selalu nampak di Rumah sakit.

Kemudian pada hari Senin, 9 Desember 2024, akhirnya kami semua mengantarkan Samsuddin ketempat peristirahatannya yang terakhir di Handil C. 

Selamat Jalan Samsuddin. Insya Allah tempatmu di Surga, karena engkau termasuk meninggal dalam keadaan Syahid karena kecelakaan. Dan Insya Allah engkau akan menjadi benteng dari Api Neraka bagi kedua orangtuamu. Aamiin Yaa Robbal Alamin.

Makroman, 11 Desember 2024. 









KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

Itu adalah judul sebuah buku yang menjadi buku Favorit saya sewaktu masa Remaja. Sebelum bertemu buku itu saya selalu memikirkan masalah kematian. Sejak masih SD saja saya sudah berfikir, bagaimana yang kalau aku tiba -tiba mati. Bagaimana ya kalau Bapak dan ibu saya mati. Apa yang terjadi pada saya. Itu saja yang selalu menjadi buah fikiran saya. Saya pun kemudian melakukan pencarian tentang hakikat mati lewat membaca majalah "MISTERI". Atau membaca karya - karya Abdullah Hararap, seorang Penulis Novel Misteri. Banyak buku - buku misteri yang saya lalap habis. Itu belum termasuk buku buku Agama tentang kematian, Alam Barzah, kehidupan di Akhirat. Begitu hausnya saya tentang kematian ini, sehingga membuat saya jarang bisa tersenyum. 

Kemudian disekitar saya, teman - teman yang tiba - tiba meninggal, tetangga, keluarga, yang meninggal, disekitar saya, menambah ketidakmengertian saya terhadap kematian. Mengapa dengan mudahnya seseorang meninggal. Kehadiran saya ketika melihat maut menjemput, salah satunya adalah ketika saya dan para sepupu saya sedang memegangi Kakek saya yang sedang meregang nyawa. Kemudian meninggalnya sahabat saya di SMA yang bernama Sayidah. Kemudian banyak lagi yang saya saksikan langsung. Dan yang terakhir adalah ketika meninggalnya mertua saya sendiri. 

Memang benar maut itu Pemutus Kenikmatan. Memang benar Maut itu memisahkan kita dengan keluarga kita. Maut tidak pernah bertanya ketika dia datang, apakah anda sudah siap apa belum. Maut tidak pernah memberikan sms peringatan. Maut tidak pernah mengetuk pintu rumah. Maut tidak pernah memilih. 

Maut hanya Ta'at kepada Allah. Ketika perintah turun, maka malaikat maut langsung bergegas melaksanakannya. Dia tidak pernah bertanya, Apakah kamu sudah siap ???

Minggu, 17 November 2024

CERDAS DALAM MEMILIH PASLON

Cerdas dalam memilih, dan Pintar dalam Mencoblos dan Jangan menyesal jika sudah menjadi Pendukung. Itulah Demokrasi. Dan siap mendukung siapapun yang terpilih. Namanya juga Demokrasi. Saya Pendukung Anies Baswedan, tetapi ketika Prabowo- ya saya harus hormat dan mendukung Pemenangnya.

Rakyat Indonesia ini sudah terbiasa menggeneralisir sesuatu. Contoh jika ada Pejabat Korupsi, langsung semua pejabat dianggap sama. Padahal ada juga pejabat yang masih jujur dan anti korup. Jika ada anggota DPRD yang sombong, dianggap anggota lain sama. Itu menurut saya nggak benar. Dalam menilai kita harus obyektif lah. Jangan karena kita mendukung Si A, lalu kita menganggap si B kurang layak dan sebagainya. Marilah kita obyektif dalam menilai

PUAN MAHAKAM MENGGAGAS DISKUSI PUBLIK TENTANG PERAN MASYARAKAT KALTIM DALAM MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL

DISKUSI PUBLIK : 

PERAN MASYARAKAT KALIMANTAN TIMUR DALAM  

MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL 

Samarinda, 17 November 2024, telah dilaksanakan sebuah Diskusi Publik yang di gagas oleh PUAN MAHAKAM ( PUAN = Perlindungan Perempuan & Anak ) bertempat di Gedung Pertemuan UPTD PPA Kaltim ). Kegiatan yang dimulai Pukul 14.00 tersebut, dihadiri banyak Aktivis Sosial, Mahasiswi - mahasiswi, LSM dan Ormas yang konsen terhadap kasus kasus Kekerasan Seksual. Dalam Diskusi Publik tersebut ada beberapa Narasumber, diantaranya adalah dari UPTD PPA Kaltim yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Rita Asfianie, SE, Kemudian Narsum dari LBH APIK, dan RPA Kaltim. 

Ibu Rita dalam pemaparannya menyampaikan data - data terjadinya kasus - kasus kekerasan di Samarinda dan Kaltim. Sedangkan dari LBH APIK membahas dari sisi Hukum dan penanganan kasusnya. Sedangkan dari RPA Kaltim menyoroti kekerasan Seksual dari sisi dunia Pendidikan. Dan ternyata dalam pemaparan ketiganya memiliki satu kesamaan, bahwa kasus - kasus kekerasan Seksual banyak terjadi, namun banyak yang kemudian tidak di proses karena kurangnya bukti - bukti penunjang pelaporan. Demikian juga jika si Pelaku ternyata orang Penting di suatu daerah atau kelembagaan. Sehingga membuat kasus kemudian mentok dan gagal dalam menuntut si Pelaku. 

Menurut Narasumber dari LBH APIK, bahwa masyarakat banyak yang tidak memahami kategori Kekerasan Seksual. Seperti memeluk atau mencolek pinggang atau pundak, ternyata termasuk pelecehan Seksual jika si Korban tidak terima.


Jumat, 08 November 2024

UNDANGAN ISTIMEWA : BAPAK H. RUDY MAS'UD, SE,ME ( CALON GUBERNUR KALTIM 2024 - 2029 )


ALHAMDULILLAH DALAM PERNIKAHAN PUTERI KAMI - PUTERI RAIHAN ARIANY DAN MUHAMMAD ARYA, KAMI KEDATANGAN TAMU ISTIMEWA DAN SPESIAL, YAITU BAPAK H. RUDY MAS'UD, SE, ME. BELIAU MENYEMPATKAN WAKTU HADIR MEMBERI DOA SELAMAT DAN TAUSIAH UNTUK PASANGAN PENGANTIN. TANGGAL 13 OKTOBER 2024, BERTEMPAT DI GEDUNG SENGKANG. TERIMA KASIH PAK ATAS KEHADIRANNYA YANG LUAR BIASA. 




 

Kamis, 31 Oktober 2024

PARAKUCINGBELLUM

PENULIS : MUHAMMAD YUSNI 


Bicara tentang kucing, maka kehidupanku sejak zaman dulu sudah selalu berurusan dengan para kucing. Sejak SMP sudah banyak macam - macam kucing yang masuk dalam kehidupan kami. Saya adalah makhluk paling nggak tega melihat kucing dibuang dipinggir jalan, pasti saya bawa pulang. Sementara memeliharanya saya mikir mikir. Mereka memang makhluk yang lucu dan menggemaskan. Masalahnya saya tidak telaten memelihara kucing atau makhluk apapun.  

Jumat, 25 Oktober 2024

PERJALANAN KEHIDUPAN SAYA YANG BIASA - BIASA SAJA

PENULIS : MUHAMMAD YUSNI 

Saya sejak masih SD sudah rajin membaca dan menggambar. Boleh dikatakan saya ini jenis Kutu buku. Ketika SMP dan SMA pun saya termasuk siswa yang Culun dan kutu buku. Sampai - sampai Petugas Perpustakaan Daerah Kaltim, mengenal wajah saya sebagai pelanggan semenjak SD sampai duduk dibangku kuliah. Ya, Alhamdulillah saya sempat mengecap bangku kuliah di dua kampus yang berbeda. Yaitu di Kampus STIE Muhammadiyah Samarinda di Jalan Juanda dan Kampus STMIK Samarinda di Jalan Banggeris. Namun sayangnya, dua - duanya berakhir DO. Artinya di dunia pendidikan Tinggi saya tidak sukses mencapai titik terakhir untuk di wisuda menjadi Sarjana. Di Semester teraekhir saya, justeru menikah dengan sesama teman kuliah, dan mendapatkan dua puteri dan satu putera. Awalnya saya berkerja di Akper Muhammadiyah yang baru buka. Disitu saya sempat berkerja sebagai Pembantu umum. Tugas saya setiap hari adalah membersihkan 3 buah kelas. membersihkan dua buah kantor dan pekarangan kampus. Pekerjaan itu sempat saya jalani sekitar 3 bulan. Kemudian setelah itu saya berkerja di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda. 

Awalnya saya tinggal di Mess belakang kampus STIE Muhammadiyah. Kemudian karena ada khabar Mess akan di bongkar, maka para penghuni mess kemudian pindah keluar kampus. Saya sendiri kemudian pindah ke Karang Asam, karena mendekati tempat kerja saya di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda. 

Sementara Urusan Kuliah benar - benar saya tinggalkan, dan konsen berkerja di SMP Muhammadiyah tersebut. Selain berkerja di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda, saya juga merangkap sebagai Tenaga Sekretaris di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda. Kantor saya ya di SMP Muhammadiyah 1 Samarinda. Ketika itu Periode Pimpinan Pak Muhhadi.  Setelah itu terjadi peralihan dari Muhhadi ke Pak Abdul Hadi. Sempat beberapa tahun melayani Bapak bapak tersebut, saya kemudian berhenti, dan konsen kerja di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda. Sampai 2010 saya terakhir menjabat sebagai Kepala Tata Usaha di SMP tersebut. 

Selain berkerja di SMP Muhammadiyah 2, Saya juga diajak teman saya Pak Adhie Irawan untuk mengajar di SMK Muhammadiyah Loa Janan, yang ketika itu baru saja membuka jurusan baru yaitu Jurusan Teknik Informatika Komputer. Sejak tahun 2007 saya mengajar disana. Pagi saya kerja di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda, Jam 1 siang saya meluncur ke Loa Janan, untuk mengajar di SMK Muhammadiyah Loa Janan. Saya ingat betul ketika itu murid pertama kami hanya 10 orang. Yang kemudian pelan - pelan berkurang, hanya tinggal 7 orang, sampai mereka Lulus. Namun tahun - tahun selanjutnya, murid kami bertambah banyak. Bahkan setiap tahun kami menerima 2 kelas untuk Jurusan Teknik Informasi Komputer, yang kemudian berubah menjadi Teknik Komputer & Jaringan.

Kemudian tahun 2014, saya kemudian pindah bersama keluarga ke Tarakan. Namun hanya berjalan sekitar 3 bulan, saya kemudian sendirian kembali ke Samarinda. Sempat satu bulan menganggur, tiba tiba saya dihubungi oleh Pak Risal Guru SMK Muhammadiyah Loa Janan, dan di Tawari kerja di SMK Negeri 6 Samarinda sebagai tenaga Tata Usaha. 

Terhitung sejak 2015 saya kemudian berkerja di SMK Negeri 6 Samarinda. Awal - awal tahun yang sulit dan penuh tekanan ekonomi. Kemudian pada tahun 2017, kami diangkat sebagai Tenaga Honorer Provinsi, dengan gaji Alhamdulillah. Sejak itu gaji kami terus bertambah. Alhamdulillah isteri saya juga di terima di SMK Negeri 6 Samarinda sebagai tenaga kebersihan. Dan Isteri saya juga diangkat sebagai Tenaga Honorer Provinsi Kaltim. Hingga sampai di tahun 2024 ini. Dan ini tahu akan ada perubahan yang belum bisa kami tebak. Yaitu, saya masuk dalam penjaringan PPPK dan tinggal menunggu Ujian saja. Sedangkan isteri masuk kedalam program karyawan Outsourcing. Karena Tahun 2025, tidak adalagi namanya Tenaga Honorer, digantikan PPPK dan tenaga outsourcing. Apakah saya sudah sukses di bidang pekerjaan ? Entahlah. Karena memang saya tidak pernah mengejar jabatan. Saya selalu menjalaninya dari bawah. Di SMP Muhammadiyah 2 Samarinda, saya menjalani sejak sebagai Tenaga Kebersihan, kemudian naik menjadi Tenaga Staf Administrasi bidang Perlengkapan, kemudian kesiswaan, kemudian Kurikulum, dan kemudian menjabat sebagai Kepala Tata Usaha SMP Muhammadiyah 2 Samarinda. begitu pula di SMK Muhammadiyah Loa Janan. Saya memulainya sebagai Guru biasa. Kemudian menjadi kepala Lab. Komputer, kemudian naik menjadi Kepala Tata Usaha dan terakhir sebagai Kepala Perpustakaan. Dan saya pun tinggalkan semua itu.

Begitu pula di SMK Negeri 6 Samarinda, mulai dari Jabatan Staft Kesiswaan, Staft Kurikulum, Staft Sapras, Staft Humas, Operator Dapodik dan Staft Kearsipan digital sampai sekarang. 

Sebagai orangtua saya juga sudah mencoba menyekolahkan anak anak saya di sekolahan yang sesuai dengan keinginan mereka. Dan Alhamdulillah tiga - tiganya sudah lulus Sekolah. Sempat berkerja. dan kini sudah berkeluarga. Puteri Pertama dan Puteri kedua. Kini tinggal Putera saya satu dan Puteri bungsu masih SD. 

Mudah - mudahan diberi Allah, kesehatan dan rezeki yang berkecukupan. Aamiin Yaa Robbal Alamin.


Senin, 23 September 2024

DRAFT : BUKU PANDUAN PRAKTIS - BURSA KERJA KHUSUS


Daftar Isi

  1. Pendahuluan
    • Tujuan Buku Panduan
    • Apa itu Bursa Kerja Khusus?
    • Manfaat BKK
  2. Pendaftaran dan Kualifikasi
    • Persyaratan Umum
    • Proses Pendaftaran
    • Kualifikasi dan Kriteria Seleksi
  3. Cara Menggunakan BKK
    • Langkah-langkah Pencarian Kerja
    • Memanfaatkan Fasilitas dan Layanan BKK
    • Tips Membuat CV dan Surat Lamaran
  4. Informasi Perusahaan dan Lowongan
    • Daftar Perusahaan Mitra
    • Jenis-Jenis Lowongan yang Tersedia
    • Tips Menilai Lowongan dan Perusahaan
  5. Pelatihan dan Pengembangan
    • Program Pelatihan yang Tersedia
    • Cara Mengikuti Pelatihan
    • Manfaat Pelatihan dalam Meningkatkan Kualifikasi
  6. Kegiatan BKK
    • Job Fair dan Event Rekrutmen
    • Workshop dan Seminar
    • Sesi Konsultasi Karir
  7. Hak dan Kewajiban Peserta
    • Hak Peserta
    • Kewajiban Peserta
    • Prosedur Pengaduan
  8. Sumber Daya dan Dukungan
    • Kontak dan Informasi Layanan
    • Sumber Daya Online
    • Bantuan dan Dukungan dari Tim BKK
  9. Testimoni dan Studi Kasus
    • Kisah Sukses Peserta
    • Studi Kasus Perusahaan
  10. Penutup
    • Kesimpulan
    • Kata Penutup
    • Kontak dan Referensi Tambahan

1. Pendahuluan

Tujuan Buku Panduan

Buku panduan ini disusun untuk memberikan informasi lengkap dan jelas mengenai Bursa Kerja Khusus (BKK) dan bagaimana cara memanfaatkannya secara efektif.

Apa itu Bursa Kerja Khusus?

Bursa Kerja Khusus (BKK) adalah platform yang menyediakan layanan untuk membantu pencari kerja dalam menemukan peluang kerja yang sesuai dengan keterampilan dan minat mereka. BKK bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk menyediakan informasi lowongan kerja dan peluang karir.

Manfaat BKK

  • Akses ke Lowongan Kerja: Mendapatkan informasi mengenai berbagai lowongan kerja dari perusahaan mitra.
  • Pelatihan dan Pengembangan: Mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi.
  • Bantuan Karir: Mendapatkan dukungan dalam penulisan CV, surat lamaran, dan persiapan wawancara.

2. Pendaftaran dan Kualifikasi

Persyaratan Umum

  • Usia: Minimal 18 tahun.
  • Pendidikan: Sesuai dengan persyaratan lowongan yang tersedia.
  • Keterampilan: Tergantung pada jenis pekerjaan yang dicari.

Proses Pendaftaran

  1. Pendaftaran Online: Kunjungi situs web BKK dan lengkapi formulir pendaftaran.
  2. Verifikasi Data: Pastikan semua data yang Anda masukkan akurat dan lengkap.
  3. Wawancara Awal: Beberapa BKK mungkin memerlukan wawancara awal untuk menentukan kualifikasi Anda.

Kualifikasi dan Kriteria Seleksi

  • Keterampilan Teknis: Sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
  • Pengalaman Kerja: Pengalaman kerja sebelumnya dapat menjadi nilai tambah.
  • Sikap dan Motivasi: Motivasi dan sikap profesional dinilai selama proses seleksi.

3. Cara Menggunakan BKK

Langkah-langkah Pencarian Kerja

  1. Mendaftar ke BKK
  2. Mengakses Daftar Lowongan
  3. Melamar Pekerjaan
  4. Mengikuti Proses Seleksi

Memanfaatkan Fasilitas dan Layanan BKK

  • Fasilitas Pencarian Kerja: Gunakan fitur pencarian untuk menemukan lowongan yang sesuai.
  • Konsultasi Karir: Manfaatkan layanan konsultasi untuk mendapatkan bimbingan karir.

Tips Membuat CV dan Surat Lamaran

  • CV: Sertakan informasi pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan.
  • Surat Lamaran: Tulis surat yang singkat dan padat, jelaskan mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut.

4. Informasi Perusahaan dan Lowongan

Daftar Perusahaan Mitra

  • Perusahaan A
  • Perusahaan B
  • Perusahaan C

Jenis-Jenis Lowongan yang Tersedia

  • Full-time
  • Part-time
  • Freelance
  • Internship

Tips Menilai Lowongan dan Perusahaan

  • Tinjau Profil Perusahaan: Periksa reputasi dan nilai-nilai perusahaan.
  • Baca Deskripsi Lowongan dengan Teliti: Pastikan bahwa kualifikasi Anda sesuai dengan yang dicari.

5. Pelatihan dan Pengembangan

Program Pelatihan yang Tersedia

  • Pelatihan Teknis: Keterampilan khusus sesuai dengan industri.
  • Pelatihan Soft Skills: Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dll.

Cara Mengikuti Pelatihan

  • Pendaftaran Online: Daftar melalui situs BKK atau hubungi tim BKK.
  • Jadwal dan Lokasi: Periksa jadwal pelatihan dan lokasi yang tersedia.

Manfaat Pelatihan dalam Meningkatkan Kualifikasi

  • Peningkatan Keterampilan: Mengasah keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja.
  • Kualifikasi Tambahan: Memperoleh sertifikat atau kualifikasi tambahan.

6. Kegiatan BKK

Job Fair dan Event Rekrutmen

  • Deskripsi Event: Penjelasan mengenai job fair dan acara rekrutmen yang diadakan.
  • Cara Berpartisipasi: Pendaftaran dan persiapan sebelum acara.

Workshop dan Seminar

  • Topik Workshop: Berbagai topik yang relevan dengan pengembangan karir.
  • Cara Mengikuti: Informasi pendaftaran dan jadwal.

Sesi Konsultasi Karir

  • Layanan yang Diberikan: Bimbingan karir dan saran profesional.
  • Cara Mengakses: Penjadwalan sesi konsultasi.

7. Hak dan Kewajiban Peserta

Hak Peserta

  • Privasi Data: Hak atas perlindungan data pribadi.
  • Informasi yang Jelas: Hak untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai lowongan dan proses seleksi.

Kewajiban Peserta

  • Kepatuhan terhadap Proses: Mematuhi prosedur pendaftaran dan seleksi.
  • Kejujuran: Menyediakan informasi yang benar dan akurat.

Prosedur Pengaduan

  • Cara Mengajukan Pengaduan: Langkah-langkah untuk mengajukan pengaduan jika ada masalah.
  • Proses Penyelesaian: Cara pengaduan akan diproses dan diselesaikan.

8. Sumber Daya dan Dukungan

Kontak dan Informasi Layanan

  • Kontak BKK: Alamat, nomor telepon, dan email untuk menghubungi BKK.
  • Jam Operasional: Waktu layanan tersedia.

Sumber Daya Online

  • Website BKK: Link ke situs web resmi BKK.
  • Platform Pencarian Kerja: Sumber daya online untuk mencari lowongan.

Bantuan dan Dukungan dari Tim BKK

  • Tim Dukungan: Informasi tentang tim yang dapat membantu peserta.
  • Jenis Dukungan: Bantuan dalam pendaftaran, pelatihan, dan lainnya.

9. Testimoni dan Studi Kasus

Kisah Sukses Peserta

  • Testimoni Peserta: Cerita sukses dari peserta yang telah mendapatkan pekerjaan melalui BKK.
  • Pengalaman dan Rekomendasi: Pendapat peserta mengenai layanan BKK.

Studi Kasus Perusahaan

  • Keberhasilan Perusahaan: Bagaimana perusahaan mitra menggunakan BKK untuk rekrutmen.
  • Feedback Perusahaan: Pendapat perusahaan tentang pengalaman mereka dengan BKK.

10. Penutup

Kesimpulan

Buku panduan ini diharapkan dapat membantu Anda dalam memahami dan memanfaatkan Bursa Kerja Khusus dengan baik.

Kata Penutup

Terima kasih telah menggunakan panduan ini. Kami berharap Anda sukses dalam pencarian kerja dan pengembangan karir Anda.

Kontak dan Referensi Tambahan

  • Kontak BKK: Informasi kontak untuk pertanyaan lebih lanjut.
  • Referensi: Link dan sumber daya tambahan yang relevan.