Selasa, 17 Agustus 2010

Menulis Some thing

Seorang Writer seperti saya harus berpacu dengan waktu. Setiap hari saya harus bisa menangkap “ Something “ dan mengikatnya dengan Pena elektronik. Terkadang godaan demi godaan datang menghambat saya untuk menulis. Baik dari sibuknya berkerja, sibuknya melayani, sibuknya menonton TV atau Filem, sibuknya mengurusi urusan keluarga. Sehingga energi saya habis terkuras ketika malam menjelang, tertidur sambil memeluk laptop yang mulai dingin. Namun untungnya saya sudah punya program harian, yaitu menyempatkan menulis walaupun hanya satu kalimat satu harinya. Terkadang kalau lagi benar – benar mood saya baru bisa menulis ribuan kata. Walaupun tema tulisan tidak pernah saya pilih. Saya menulis bebas saja. Semenjak ada blog saya sedikit tertolong, karena lewat blog saya bisa mempublikasikan tulisan saya, walaupun hanya 1 kata atau satu kalimat.

MASYARAKAT YANG SAKIT

Aku kesal pada diriku sendiri. Kesal pada sekitarku. Semuanya tampak kusam dan mengerikan. Masyarakat dimana aku tinggal penuh dengan kekacauan. Chaos. Begitu mudahnya terjadi pembunuhan, begitu mudahnya terjadi kejahatan, begitu mudahnya semua terjadi. Manusia semakin hari semakin tidak bermoral. Apakah karena tayangan – tayangan di TV atau maraknya VCD porno dan kanibalisme. Atau memang manusia yang sudah tidak lagi memiliki hati nurani. Setiap hari kita lihat di berita tentang kriminalitas yang kian hari kian menyeramkan. Manusia sudah saling bantai dan membunuh sesamanya hanya karena sepeser uang. Bahkan hanya karena tersenggol atau tersinggung kata – kata sudah main bacok dan main tikam. Sudah separah inikah masyarakat disekitarku. Sehingga setiap kali aku mencoba menyusun sebuah naskah tentang damainya hidup ini. Aku selalu gagal dan terus mengulang. Bukan tidak bisa menyusun kata – kata. Bukan tidak bisa merangkai kata – kata. Namun hatiku selalu bergejolak setiap kali melihat damai dan kekacauan berdiri sama tinggi. Kita mau bilang damai ternyata chaos. Lalu adakah kata – kata yang tepat untuk menamai kondisi sekarang ?