Jumat, 16 Mei 2008

MAKNA MIMPI DIMATA RAKYAT KECIL


Setiap jam makan siang, biasanya saya pergi kesebuah Warung Makan disalah satu pojok Pasar Rakyat . Di Warung itu biasanya selalu penuh dikunjungi oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tukang beca, tukang sayur, pegawai negeri, buruh kasar, dan salah satunya adalah saya.
Dengan hanya uang lima ribu, perut kita sudah sangat kenyang, dengan variasi ikan yang lumayan. Kalau ditempat lain mungkin menghabiskan uang antara 10 ribu hingga 15 ribu dengan porsi yang sama di warung pojok ini. Pemiliknya adalah sepasang suami isteri separo baya. Kalau tidak salah keduanya adalah suku Banjar, saya bisa menebaknya dengan baik, karena kentara dengan logat yang mereka gunakan. Biasanya saya memesan Ikan bakar atau ikan haruan goreng kegemaran saya.
Selama beberapa kali saya kesana, saya sering memperhatikan dengan baik manusia – manusia yang biasa berkumpul disitu. Mereka biasanya terbagi beberapa kelompok. Ada yang main judi disamping warung. Biasanya main judi kartu atau dadu. Lalu ada yang menjadi Bandar Lotto atau kupon putih. Nah, yang menarik adalah, setiap kali ada yang mau membeli angka, biasanya pembicaraan selalu diawali dengan pertanyaan, “ Mimpi apa tadi malam ? “ atau “ Apa kisah mimpi kita tadi malam. “
Biasanya yang orang yang ditanya, langsung bercerita tentang mimpinya semalam. Setelah cerita selesai, maka ada satu atau dua orang lalu mengambil kertas dan mulai merumuskan arti mimpi – mimpi tadi. Dan setelah dirumus dengan sekian banyak rumus aneh tentunya dengan rumus yang tidak dikenal dalam dunia rumus matematika, fisika ataupun rumus kimia. Maka akan muncul kombinasi – kombinasi angka dengan tiga angka, empat angka atau dua angka. Jika nanti ada yang lagi yang punya mimpi, maka acara rumus – merumus dilanjutkan lagi. Setelah itu maka mulai acara transaksi dengan Bandar kupon putih.
Jika ditarik garis hitam diatas putih, maka kita melihat sebuah fakta. Ternyata masyarakat kita sangat pintar memahami makna mimpi dan melakukan digitalisasi angka sebagai output dari hasil kumpulan mimpi – mimpi tadi. Bahkan saking ahlinya, mereka hafal, mana angka sial, mana angka keberuntungan, mana angka yang enggak mungkin keluar, dan seabreg kemungkinan lainnya.
Disini saya tiba – tiba menyadari, betapa mimpi ternyata memegang peranan penting didalam masyarakat kita. Seolah – olah tanpa mimpi, maka mereka akan kesulitan untuk membeli nomor. Nomor disini bisa dalam berbagai bentuk , baik kupon putih maupun lottre dan sejenisnya. Bahkan di lingkungan tertentu, jual beli kupon putih ini sudah menjadi bagian dari kehidupan. Jadi rasanya sangat sulit untuk diberantas. Hampir 75 persen pembicaraan diwarung pojok hanya seputar itu. Dan jangan coba – coba untuk mengarahkan pembicaraan, Karena sudah bisa diprediksi, pembicaraan akan kembali memutar keurusan angka dan mimpi.



DILEMA SEBUAH BAKAT



Rutinitas harian yang sangat menyita waktuku, membuat aku telah melupakan bakat terpendamku yaitu mengarang. Dulu sewaktu SD aku sudah senang mengarang. Pelajaran yang paling kusenangi adalah pelajaran Bahasa Indonesia, karena ada materi mengarangnya.
Kebiasaan itu berlanjut sampai tingkat SMP dan SMA. Apa saja kutulis, mulai dari cerpen, puisi, artikel, dan catatan perjalanan. Namun aku tak pernah mengirimkannya ke Media cetak. Semuanya kunikmati dan kukoleksi sendiri. Untuk memperdalam kemampuan mengarang, aku melahap semua jenis bacaan, baik novel, roman, biografi, komik, majalah, Koran bekas, dan apa saja yang bisa dibaca. Oleh karena itu aku dewasa terlalu cepat.
Ketika aku masih duduk SD, teman – temanku rata – rata anak SMA, begitu juga ketika duduk di SMP, teman – temanku justeru orang dewasa. Sampai – sampai ada seorang guru berbicara kepadaku, bahwa ia lebih senang ngobrol denganku ketimbang dengan orang dewasa lainnya. Katanya aku kalau ngomong selalu nyambung, walau yang dibicarakan adalah topic yang berat – berat.
Buku bacaanku rata – rata bacaan yang berat – berat, seperti buku – buku filsafat dan tasawuf, biografi tokoh – tokoh terkenal seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Mahatma Gandhi, dan sejenisnya.
Teman – temanku di SMA menganggap aku murid aneh di kelas. Hampir semua pertanyaan guru mampu kujawab dengan gampang. Bahkan ketika ujianpun, aku adalah siswa yang selalu keluar duluan sebelum bel ujian selesai, termasuk ketika aku ikut Ebtanas tahun 1993, pengawas terheran – heran melihat hasil pekerjaanku yang sudah selesai padahal waktu ujian baru berjalan 30 menit. ( sementara bagiku itu waktu yang terlalu lama )
Lalu apa hubungannya dengan bakat mengarang ? Jelas berhubungan, semua hal yang kuceritakan diatas tadi semuanya berhubungan. Karena ingin meningkatkan kemampuan mengarang, maka aku melahap semua jenis buku bacaan, sehingga aku memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki oleh anak seusiaku, dan buntutnya aku menjadi cerdas dan gampang mencerna pelajaran.
Bukankah kunci kepintaran adalah membaca ? Bukankah kunci ilmu adalah membaca? Namun dengan seiringnya perjalanan usia, karena sibuk mencari nafkah hidup, aku sudah lama tidak lagi menulis. Waktu yang ada lebih banyak kugunakan untuk mengerjakan hal – hal yang berhubungan dengan pekerjaanku. Sehingga tidak ada lagi waktu untuk menulis. Bahkan sepanjang tahun terakhir ini rasanya aku sudah tidak pernah lagi membuat puisi, sebuah kebiasaan yang dulu pernah kulakukan yaitu mengarang sebuah puisi dalam satu harinya. Kalau lagi mood aku bisa sampai membuat 7 atau 10 puisi seharinya.
Dalam sebuah acara di Bali, aku bertemu seorang Mahasiswa Aktivis asal salah satu perguruan Swasta di Jakarta. Dalam pertemuan 1 jam itu kami membahas banyak hal mengenai kondisi politik sekarang, sampai akhirnya merambat kemasalah tulis menulis. Saat itu kukatakan kepadanya, bahwa aku telah tiga tahun terakhir ini tidak pernah lagi menulis. Bakat menulis telah kubunuh dan kukubur dalam – dalam. Alasanku, tulisan itu setajam pedang. Jika kita salah dalam menulis, apa bukan malah menimbulkan fitnah dan bencana ? Salman Rusdhie hidup ditempat persembunyiannya hanya gara – gara novelnya The Satanic Version ? Darwin menimbulkan fitnah dimana – mana gara – gara menulis teori evolusinya ? dan banyak tokoh lain yang terpaksa mendekam dipenjara gara – gara tulisannya.
Oleh rekan tersebut, saya habis diceramahinya. Katanya : Bakat menulis adalah sebuah berkah yang seharusnya digunakan dan dikembangkan. Bahkan ia menawari saya untuk berkomunikasi lewat emailnya agar bisa melanjutkan pembahasan mengenai topic tersebut.
Setelah pertemuan itu, aku cuman tersenyum – senyum sendiri. Aku telah berhasil membuat polemic dalam pikiran teman tadi. Padahal aku hanyalah memancing opini. Menurutku menulis adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan, selama tidak membuat tulisan yang justeru menimbulkan fitnah apalagi menyebarkan kebohongan – kebohongan. Semoga aku bukan termasuk orang yang menyebarkan kebohongan lewat tulisan – tulisanku.

Rabu, 07 Mei 2008

MAAFKAN AKU JIKA AKU TAK SEPERTI KALIAN


Aku bukan sombong atau takabur. Aku sengaja memilih jalan hidupku seperti ini. aku memang sengaja menghindari kekayaan. aku memang sengaja tak suka menjilat pantat para pejabat hanya demi seonggok uang. aku memang sengaja tidak ikut - ikutan kalian menumpuk kekayaan. karena aku begitu takut kepada sang khalik. rumahku sederhana dan tidak semegah milik kalian. hartaku sedikit, tilamku tilam bekas. piring dan gelas bekas. tong air bekas. semuanya bekas. bahkan isteriku kuajari untuk tidak kemaruk perhiasan. kuajari untuk berjualan dengan bijak, bukan mengejar keuntungan. tapi sekedar memenuhi kebutuhan itu hari. Jangan Paksa aku untuk merubah diriku, karena aku dan isteri serta anak - anakku akan tetap berjalan begini dan tidak perduli dengan semua perhiasan dunia ini. kami hanya mengambil sebatas keperluan kami. sisanya silahkan kalian ambil dan simpan dipundi - pundi kekayaan kalian. kami hanya mengharap ridho dan rezeki dari Sang Khalik, yang telah memelihara dan menanggung kami selama ini.

Selasa, 08 April 2008

KULIAH LAGI

sejak 1998, studi saya terganggu bahkan sampai berantakan. suasana yang masih dipenuhi eforia reformasi begitu terasa kental. saat itu aku bahkan tidak ambil pusing dengan studi. aku lebih sibuk mencari nafkah untuk memberi makan anak dan isteriku, begitu sibuknya sampai aku baru sadar ternyata aku sudah meninggalkan bangku kuliah cukup lama. sampai - sampai aku mendapat gelar khusus MAPALA ( Mahasiswa Paling Lama ) di kampusku. namun aku PD aja kali ya, walau umur sudah cukup tua, namun aku tetap mencoba untuk kembali kekampus dan mencoba lagi untuk kuliah.

Sabtu, 29 Maret 2008

QUO VADIS PERFILEMAN INDONESIA

Tahun 1990-an adalah tahun - tahun dimana mulai terpuruknya Filem Indonesia. Ketika maraknya stasiun TV Swasta, orang menjadi malas nonton ke bioskop. saya adalah salah satu manusia yang sempat menyaksikan terpuruknya perfileman kita. para artis layar lebar yang tadinya berkibar dengan gemerlapnya, langsung terbanting jatuh kelantai, mereka kemudian banyak yang beralih profesi. bahkan ada yang terpaksa ikut melakoni sinetron - sinetron picisan. sehingga yang tadinya antipati terhadap sinetron, justeru terpaksa ikut menjadi pelakon murahan demi mempertahankan reputasinya. disamping stasiun tv swasta yang menjamur, juga ditambah dengan peredaran VCD dan DVD berbagai filem dengan mudahnya ditemukan diemperan jalan. apalagi dengan kemajuan teknologi TV yang memiliki layar lebar sehingga dengan gampangnya nonton dirumah aja. jadilah gedung - gedung bioskop sarang hantu dan sarang berbagai setan malam. Di Samarinda, seperti Bioskop Kaltim, Bioskop Wira, Gelora dan sebagainya berguguran satu demi satu. yang saya tahu Pahariyangan adalah satu - satunya bioskop terakhir yang beroperasi. dan kini ditahun 2008, masih ada satu yang beroperasi di Samarinda Plaza yaitu studio twenty one. kalau melihat personelnya, kayaknya mereka berasal dari karyawan Pahariyangan. Ditahun 2008 mulai banyak lagi bermunculan filem Indonesia, yang mulai digandrungi generasi muda. sayangnya themanya masih seputar Cinta, Seks, dan Hantu. Belum ada filem yang benar - benar mendidik. Entahlah Filem Ayat - ayat Cinta, bisakah filem ini dianggap filem yang dianggap memiliki nilai sendiri. entahlah saya kurang tau.

Senin, 24 Maret 2008

PARTAI ANEH BIN AJAIB

Waktu mendengar berita beberapa Kantor Perwakilan RI mulai melakukan pendataan jumlah WNI di wilayah akreditasinya masing-masing, saya baru menyadari bahwa pemilu tak lama lagi. Tahun depan. 2009.
Kalau melihat jumlah parpol di Indonesia yang seabreg itu, AS jadi terlihat “miskin.” Setiap pemilu cuma dua parpol yang unjuk gigi. Meski tetap seru, tapi bagi saya serunya tak seperti di negara-negara lain yang punya banyak partai, bahkan memiliki partai-partai aneh bin ajaib yang kerap memancing kontroversi.
Ambil contoh Kanada. Di sana ada Partai Marijuana. Partai di tingkat federal itu bertujuan melegalisasi pemakaian cannabis. Di tingkat propinsi, ada Partai Marijuana British Columbia. Waktu mendengar partai itu bermarkas di Vancouver (kota terbesar di Propinsi British Columbia), saya tak heran. Orang-orang Kanada (khususnya Vancouver) merupakan orang-orang yang santai, rileks, dan ramah. Kadang a little bit hippy, mengingatkan saya pada generasi bunga pada tahun '70-an dengan celana cut bray, rambut panjang, wajah minus polesan kosmetik, dan keranjingan demo soal perdamaian sambil mengusung slogan: Make Love Not War.
Jika berjalan-jalan di sepanjang Robson Street (pusat keramaian di downtown Vancouver), jangan heran tiba-tiba membaui asap yang berasal dari lintingan ganja yang dihisap orang yang lalu lalang. Walau ilegal, polisi dan pemerintah tak terlalu ambil pusing jika ganja di pakai untuk konsumsi pribadi dalam jumlah kecil. Tak heran jika penduduk menanam cannabis dalam pot di apartemen dan rumah masing-masing. Ganja asal Vancouver juga disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia.
Selain partai ganja, Vancouver juga jadi markas Partai Seks (Sex Party). Partai itu didirikan tahun 2005 oleh seorang pemilik toko alat-alat seks. Tujuannya untuk mengembangkan sebuah budaya yang berpandangan positif terhadapa seks. Yang ditunggu-tunggu biasanya adalah acara pengumpulan dana parpol yang dimeriahkan oleh segala sesuatu yang berhubungan dengan seks, termasuk pameran seni erotis dan penampilan penari erotis.
Namun parpol-parpol asal Kanada itu belum apa-apa dibanding sebuah parpol edan asal Belanda. PNVD (Party for Neighborly Love, Freedom and Diversity). Tujuannya antara lain melegalisasi hubungan seks dan judi sejak usia 12 tahun, menghapuskan lembaga perkawinan, mengijinkan bugil di mana saja, dan melegalisasi pornografi anak-anak, sehingga partai ini dicemooh sebagai partai pedofil. Walau gagal ikut dalam pemilu 2006, PNVD bertekad akan mencoba keberuntungan lagi dalam pemilu mendatang.
Hebatnya, meski parpol-parpol edan itu banyak menuai kecaman dari berbagai pihak, tetap saja bertahan dan maju tak gentar. Apa mungkin itu yang disebut demokrasi? Atau democrazy?
Artikel diatas saya pungut dari :Bloggernita

Sabtu, 22 Maret 2008

PENYAKIT: PERINGATAN ATAU SEKEDAR PENGHAPUS DOSA

Sedikit sekali orang yang sadar setelah menerima penyakit bertubi - tubi dan berkepanjangan. Kebanyakan orang menganggap kena penyakit seperti penghapus dosa. tapi bagi saya Penyakit bukan sekedar penghapus dosa, tetapi peringatan bagi kita yang barangkali punya kelakuan, sifat atau sikap yang dianggap Allah Sombong, sehingga perlu diberi peringatan lewat penyakit. Susahnya yang namanya sombong itu tidak terdeteksi, jika orang berpenampilan sombong, angkuh dan merasa diri hebat pasti kelihatan, tapi kalau seorang Ustadz, penceramah atau bahkan Ulama, enggak kelihatan baginya. apalagi suka meremehkan orang lain, terkadang karena merasa diri benar, paling tepat sholatnya, paling benar hidupnya, paling benar tata caranya, sehingga menganggap orang lain jauh dibawahnya. bahkan menganggap orang lain sesat dan bodoh.
Dan sayangnya kok banyak orang seperti itu disekitar kita, bukankah kata Allah, Sombong itu PakaianKU, yang namanya manusia apa coba - coba mau sombong ? Mentang - mentang diri sudah sarjana, yang lain dianggap remeh, mentang - mentang sudah ulama dipanggil kemana - mana merasa hebat dan paling benar ? Jadi wajar saja, kalau ada Ulama atau ustadz yang terkena penyakit stroke dan sejenisnya, karena Allah memberi Peringatan, bukan sekedar penghapus dosa, bagaimana menurut anda ???

Kamis, 07 Februari 2008

Mengeksekusi Sebuah Rencana


Manusia sangat pandai membuat rencana, ini dan itu, bahkan kita mampu untuk membuat rencana tersebut dengan sangat terinci, tahap demi tahap. misalnya kita merencanakan masa depan kita, punya kerjaan tetap, beli rumah, beli kendaraan, menyelesaikan kuliah atau bahkan untuk naik jabatan. semua itu bisa kita rencanakan dengan begitu baiknya, sampai ketitik dan komanya. Namun kebanyakan kita terlalu takut untuk mengeksekusi rencana tersebut ketika waktunya tiba. saking takutnya mengambil keputusan, kebanyakan kita akhirnya lebih banyak tenggelam dalam kesibukan pembuatan rencana demi rencana untuk masa depan. Padahal sebagaimana dikatakan oleh Almarhum John Lennon, Hidup adalah hal yang sedang terjadi ketika kita sedang sibuk menyusun rencana. ketika kita sibuk menyusun rencana, anak - anak kita mulai dewasa, isteri kita mulai menua, jantung kita makin melemah, uban dikepala kita makin banyak. kebanyakan kita lebih tenggelam dalam menyusun rencana, ketimbang segera melaksanakannya. dan parahnya banyak diantara kita yang justeru mengejar kearah yang keliru. kita sudah terlanjur membuang banyak waktu, uang dan tenaga ternyata apa yang dikejar bukanlah yang dimaksud. oleh karena itu kuhimbau untuk kalian semua, segeralah sadar dan bangun, jangan terus tenggelam dalam lautan rencana yang ternyata kita takut melaksanakannya.

Senin, 28 Januari 2008

Sebuah Catatan Tentang Daripada Soeharto

Hari ini tanggal 27 Januari 2008, jam 13.10 siang semua mata dunia tertuju ke Indonesia, tepatnya ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, hampir semua media massa dari seluruh dunia hadir ditempat tersebut. Yang mana tempat tersebut telah menjadi titik terakhir dari sebuah perjalanan akhir dari seorang besar daripada Soeharto. Pertanyaannya adalah : Apakah dengan meninggalnya beliau, usaikah semua kontroversi yang mengiringi langkah beliau ? Saya sebagai sebuah titik diantara para demonstran 1998 yang telah berjuang memundurkan rezim besar beliau, kini hanya bisa termangu. Apa yang akan terjadi setelah beliau meninggal. Apakah Klan Cendana akan benar – benar terpuruk seperti sekarang ini, ataukah akan muncul kekuatan baru. Mengingat kini banyak partai politik baru yang didirikan dalam rangka membangkitkan kembali Klan tersebut. Ketika orang sibuk mengikuti prosesi pemakaman beliau, saya justeru mengamati siapa – siapa yang berada disekitar pemakaman tersebut. Sanak saudara, sahabat, teman dan kawan, mitra dan saudara angkat, musuh dan lawan politik, semua nampak hadir. Kita semua termasuk para mantan aktivis 1998, barangkali harus jujur mengakui bahwa beliau adalah termasuk orang besar.

Oke Pakle selamat jalan, semoga engkau diterima disisiNya Amin.

Sebuah Opini tentang : Syariat Islam

KEGAMANGAN DAN KERAGU-RAGUAN ADALAH MUSUH TERBESAR PENEGAKAN ATURAN ILLAHI

By Moehammad Yoesny

Saya bukan siapa – siapa, saya bukanlah pakar Agama atau jebolan Pesantren khususi masalah – masalah syariat. Saya juga bukan seorang muslim yang taat beribadah dan memiliki tingkat keimanan dan keikhlasan yang tinggi. Kalau mau pake istilah Snouck Hugronye atau apalah namanya, jenis makhluk seperti saya adalah Islam Abangan. Sekedar islam KTP kalau istilah sekarang. Sholat masih belang belontang. Puasa masih kurang. Mengajipun begitu. Saya juga bukan orang terkenal atau seorang cendikiawan muslim yang pakar. Saya menulis hal ini hanya sekedar menyampaikan wacana sederhana, atau anggaplah igauan seorang pengangguran di Gardu Pos.

Istilah penegakan syariat Islam mulai terkenal ketika Istilah terorisme mulai muncul. Amerika dengan gampangnya mengindikasikan salah satu factor elemen terorisme adalah upaya penegakan syariat Agama atas Negara. Di Indonesia sendiri, istilah penegakan syariat Islam sudah sering kita dengar diucapkan oleh Para Ulama Seperti Ustadz Ba’asyir dan Majlis Mujahidinnya. Sejak daripada Soeharto tumbang ke Prabon, maka ummat Islam garis keras makin keras dan gencar pula mengusung wacana tersebut. Sempat terpikir oleh saya ketika itu ( masih seorang mahasiswa idealis ), bahwa kekerasan adalah sebuah pilihan dalam menegakkan Islam di Indonesia karena saat itu nampaknya semua pada tuli atau pura – pura tidak mendengar.

Disaat menggebu – gebunya niatan itu, saya sempat berniat akan bergabung dengan gerakan islam garis keras, kalau perlu kutinggalkan kuliah dan bergabung. Saat itu memang nampaknya syariat Islam harus diperjuangkan habis – habisan dimuka bumi Indonesia.

Namun ketika itu langkah saya terhenti….. seorang tua bernama Yusuf Musadeqh, mantan veteran yang kini sudah almarhum. Saat itu saya cukup lama menjalin hubungan persahabatan dengan beliau. Saya sering bertukar pikiran dengan beliau. Walaupun beliau dikarenakan memiliki kekacauan pikiran diakibatkan stroke yang beliau derita. Namun potongan – potongan pemikiran beliau terkadang bisa saya sambung – sambung. Kenapa begitu ? karena beliau ketika berdialog dengan kita, terkadang – kadang ceritanya meloncat – loncat atau berubah – ubah. Sehingga barangkali anda akan berfikir: “ Ah, Mas Yoesny kok berdialognya dengan orang syaraf.”

Tapi anda perlu tahu, orang syaraf itulah yang justeru menyelamatkan masa depan saya. Sebagaimana saya katakan sebelumnya, bahwa saya sempat sudah bertekad akan meninggalkan kuliah dan bertempur bersama – sama kelompok garis keras untuk menegakkan agama Islam walaupun dengan cara kekerasan sekalipun. Saya sudah sempat diajak untuk latihan militer dan sejenisnya. Mereka tahu saya. Tapi saya tidak tahu siapa mereka.

Pak Yusuf Musadeqh menegur saya dan melarang saya untuk berangkat bersama teman – teman satu visi. Beliau berkata : Bukan begitu caranya berjuang menegakkan Islam. Bukan dengan cara belajar membuat bom dan meledakkannya dicafe – café. Bukan belajar menggunakan senjata api dan menembakkan kearah kaum kafir. Bukan belajar menggunakan pisau dan membunuh kaum kafir. Merusak dan menghancurkan gedung dan rumah orang lain. Bukan begitu caranya.

Kata – kata beliau terasa tajam menusuk sekali, menyadarkan saya dan membuat saya tertegun dan mempertanyakan kembali tekad yang menyala – nyala tadi. Akhirnya dengan berat saya hubungi teman – teman dan mengatakan saya batal untuk berangkat.

Dan kejadian itu adalah 2 bulan sebelum peristiwa anarkisme yang dilakukan oleh Amrozi dan teman – temannya. Apakah Pak Yusuf Musadeqh memiliki kemampuan Paranormal yang bisa membaca peristiwa yang belum terjadi ?

Setelah itu, isyu penegakan Islam menjadi sesuatu yang sangat tabu untuk dibicarakan. Apalagi saat itu Pemerintahan kemudian bertindak sangat represif. Pokoknya siapa saja yang gencar menyuarakan penegakan syariat pasti akan kena masalah. Minimal kena cekal. Termasuk Abu Bakar Ba’asyir kemudian harus menikmati hotel prodeo. Kemudian tidak ada lagi suara – suara keras yang menyuarakan Penegakan Syariat Islam. Istilah itu kemudian digantikan dengan istilah yang lebih diperhalus.

Dan kemarin dalam rangka diskusi ilmiah Aliansi Ummat Islam Kaltim tanggal 26 Januari 2008 bertempat di Hotel Mesra Internasional, saya kembali melihat riak – riak atau gelombang besar itu. Idealnya memang begitu sich, aturan Negara ini ganti saja dengan aturan syariat Islam. Tetapi Realitas kekiniannya gimana ? Tanya Dr. Egi Sujana.

Disatu sisi umat islam ingin menggunakan syariat Islam dalam memilih pemimpinnya. Namun system yang digunakan di Indonesia dalam memilih pemimpin menggunakan system demokrasi. Yang konon katanya demokrasi tidak ada dalam Islam. Islam diatur Allah dan Rasul, bukan diatur oleh Keputusan Rakyat mutlak. Masalahnya Rakyat disini rakyat dalam pengertian apa ? Apakah Rakyat Islam ? Rakyat Non Islam ? Selain Ustadz dan mubaligh yang menjadi rakyat ternyata juga belang – belang. Preman juga rakyat. Perampok dan pencuri juga rakyat. Koruptor dan pembunuh juga rakyat.

Apa yang terjadi kemudian ? Apakah penegakan syariat Islam harus dibatalkan dan ikut menggunakan system demokrasi yang diterapkan oleh Indonesia ? Mungkinkah Islam diterapkan di Indonesia ? Apakah seluruh Rakyat Indonesia bisa menerima tawaran penegakan syariat Islam ? Apakah bisa kita mewajibkan semua wanita dewasa di Indonesia mengenakan busana muslim dan berjilbab sebagaimana di Aceh ? Apakah lalu nanti, bangsa lain dengan syariat lain, juga memaksa orang Islam Indonesia yang bekerja dinegaranya untuk mengikuti aturan dibangsa lain tersebut. Misalnya kerja di pantai, harus pakai bikini ? alangkah lucunya …… bagaimana nanti kalau seandainya, ada provinsi yang mayoritas non muslim akan memisahkan diri dari republic Indonesia ( kayak Bali tempo hari ).kemudian mereka akan memasang aturan, silahkan yang berjilbab memakai baju Bali, makan babi panggang, lalu ikut sembahyang di Pura. Kalau tidak mau silahkan get out. Apakah memang seperti itukah yang kita inginkan.

Maksud tulisan saya disini bukanlah untuk mempertanyakan Penegakan Islam. Menurut saya justeru sebaliknya, Penegakan itu wajib ditegakkan. Tapi bukan hanya sekedar di Indonesia. Tapi diseluruh dunia. Itu yang penting. Sebagaimana Visi dan Misi Kristenpun untuk menyelamatkan anak – anak domba tersesat diseluruh dunia. Semua rumah semua pondok semua ceruk dan gua yang ditinggali manusia harus dijamah oleh kasih kristus. Nah apa salahnya kalau penegakan syariat islam adalah secara keseluruhan, alias seluruh dunia, semua rumah, semua pondok, semua ceruk dan gua yang ditinggali manusia harus mendapat Rahmat Allah dan Petunjuk Allah.

Soo….. lalu apa yang saya maksud dengan Kegamangan dan keraguan didalam menegak syariat Illahi diatas ? Jujur saja, kita lebih nampak sangat berani menyerukan penegakan Syariat Islam ketika berkumpul sesama Muslim saja. Kita hanya berani ceramah didepan jama’ah saja. Namun kita tiba – tiba kelu, ketika kita selaku anggota Dewan atau Pejabat melihat sesuatu yang menghalangi penegakan syariat Islam. Pimpinan atau direktur yang nyata – nyatanya memimpin institusi Islam atau parpol atau ormas, gamang didalam menerapkan Syariat Islam dilingkungan sendiri. Apatah lagi jika menyuruh orang lain untuk menerapkannya. Kita gamang dan ketakutan sendiri. Kita takut dengan bayangan sendiri. Gimana nanti kalau jama’ah saya akan meninggalkan saya, gara – gara saya wajibkan penggunaan Jilbab misalnya. Seorang guru ketakutan murid – murid akan pindah sekolah hanya gara – gara diwajibkan berjilbab. Seorang Direktur Perti yang berlabel Islam, gamang didalam menerapkan aturan wajib berjilbab ketika turun kuliah. Ya khan……???

Selasa, 08 Januari 2008

PERGINYA SANG GURU MUHAMMADIYAH KALTIM

Tanggal 4 Januari 2008 yang lalu ada sebuah berita cukup mengejutkan saya, Bapak Drs. Ngadimun Badrie Mantan Ketua Majlis Dikdasmen PW Muhammadiyah Kaltim telah meninggal di RS PKU Muhammadiyah Jakarta. Benar - benar sangat mengagetkan siapa saja yang mendengar, mengingat beliau baru berusia 59 tahun, dibandingkan pengurus PW Muhammadiyah Kaltim, beliau termasuk masih muda. Namun Kiprah beliau di dunia dakwah Muhammadiyah Kaltim bukanlah baru. karena beliau benar - benar mulai masih IPM, IMM dan sampai jabatan di Muhammadiyah sudah beliau lakoni. kalau hubungan saya dengan beliau cukup akrab. bagi saya beliau adalah guru kader saya. saya seringkali ketemu beliau baik masih ketika saya aktif di IPM, IRM dan IMM, karena memang beliau adalah tokoh senior kami. bahkan hubungan saya juga adalah salah satu mahasiswa beliau di STIE Muhammadiyah Samarinda. Walau kami sempat berseberangan ketika gonjang ganjing STIE Muhammadiyah, namun saya dan beliau tetap berhubungan dengan baik. bahkan beliau adalah dosen pembimbing saya. barangkali cuma saya yang punya dosen pembimbing yang dua - duanya sudah keburu meninggal sebelum skripsi saya selesai !! yaitu Bapak Ngadimun dan Bapak Ahmad Dimyati. Padahal keduanya sangat respek terhadap saya. tidak ada pertanyaan lain yang selalu ditanyakan oleh beliau berdua kalau bertemu saya, kapan skripsimu selesai....

kini setelah bapak ahmad Dimyati mendahului, Bapak Ngadimun kembali ke Kaltim dalam keadaan sudah hanya tinggal jasadnya. saya benar - benar bingung karena hati saya campur aduk, antara sedih, bingung dan galau. bahkan untuk menangis saja saya sudah tidak mampu, karena beliau pernah mengatakan kader pemimpin harus kader yang sanggup mengendalikan diri dan menahan emosi.

terlepas dari berbagai kontroversi yang mengiringi beliau, saya mengakui bahkan kita semua harus mengakui betapa kiprah beliau dalam membesarkan Muhammadiyah Kaltim sangatlah besar. Selamat Jalan guruku, dosenku, ayahku dan pemimpinku, semoga Allah memberi tempat yang layak disisiNya. Amin Yaa Robbal'Alamin.