12 tahun hidup tanpa pasokan listrik dan Air. Hanya hidup berdua dengan Ibunya. Sejak kecil usia 11 tahun sudah ditinggal oleh Ayahnya. Dan Tiko terpaksa melayani Ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Satu demi satu harta perabotan di jual oleh Tiko demi melanjutkan hidup. Hidup di sebuah rumah mewah dan konon berharga milyaran. Namun mengapa memilih hidup sederhana dan sama sekali tidak terpikir menjual rumah tersebut. Kisah ini kemudian menjadi Viral. Tiko pun menghadapi kehidupan baru. Bantuan mengalir terus menerus. Hidupnya tiba tiba menjadi seperti artis. Diliput dan di wawancarai dimana - mana. Tapi masih ada misteri yang sampai sekarang belum terungkap. Siapa Tiko dan ibunya? Bagaimana mereka bisa hidup dan tinggal disebuah rumah mewah yang berharga ratusan juta. banyak kemudian bermunculan dugaan - dugaan yang beraneka ragam. Sampai - sampai tersiar khabar kalau ibu Eny adalah mantan isteri kedua dari salah satu member Keluarga Cendana. Dan banyak lagi berita - berita yang aneh - aneh. Namun terlepas dari itu semua, mudah mudahan Tiko tetap bisa pada karakter dan sifat aslinya selama ini. hidup sederhana dan bersahaja.
Kamis, 26 Januari 2023
MISTERI TENTANG TIKO DAN BU ENY
Minggu, 08 Januari 2023
LAGI - LAGI TENTANG BAKAT MENULIS
PENULIS : MUHAMMAD YUSNI MS ( NGARAN ABAHKU )
Menurut saya, sungguh merugilah orang - orang yang memiliki kemampuan menulis, namun sama sekali tidak memanfaatkan kemampuan tersebut secara maksimal untuk mendapatkan Duit. Padahal kemampuan menulis adalah sebuah bakat yang sangat luar biasa. Kemampuan menulis tentang apa saja kedalam bentuk tulisan.
Namun, kemampuan menulis pun memiliki tingkatan - tingkatan. Tidak semua orang yang memiliki kemampuan menulis memiliki kesamaan. Karena, ada Penulis yang hanya mampu menulis beberapa lembar saja. Atau hanya mampu menulis sebuah topik pendek dan singkat. namun ada juga memiliki kemampuan merangkai kata, kalimat dan bahkan tulisan - tulisan yang njelimet. sampai beratus - ratus halaman.
Dulu kita mengenal Agatha Cristie seorang Penulis novel - novel Detektif yang sangat brilian. ia mampu merangkai cerita atau kisah yang penuh dengan intrik, strategi dan bahkan penjelasan yang terjalin dengan demikian rapinya, Sehingga sampai lebar terakhir pun, kadang kita belum juga menemukan siapa Pembunuh sebenarnya.
Kita juga mengenal Asmaran Kho Ping Ho, yang menulis Novel silat sampai berjilid - jilid. Dan kita tetap saja penasaran untuk membaca sampai habis kisah - kisah tentang dunia persilatan yang luar biasa.
ada juga yang hanya mampu menulis tentang hal - hal nalaristik saja. namun ada juga yang mampu menulis tentang dunia fantasi yang kita tidak pernah dan tidak pernah sekalipun kita bayangkan.
jadi kemampuan menulis itu memang harus di asah seperti mengasah parang atau pedang. harus banyak banyak membaca buku, majalah, blog dan sebagainya untuk mempertajam analisa dan kemampuan kita menulis.
Kamis, 05 Januari 2023
PENGUSAHA SUKSES MENURUT SAYA
Penulis : Muhammad Yusni MS
Saya kadang heran sama orang yang mengaku Sukses, padahal justeru dia membangun kerajaannya dengan Utang dimana - mana. Mengaku sukses memiliki segalanya, namun ternyata uangnya berasal dari Pinjam Bank dengan berbagai teknik. Dari hasil menggadai sesuatu dan atau menggunakan trik kartu kredit.
Menurut saya Pengusaha yang sukses itu adalah, dia memiliki kekayaan melimpah, kerajaan bisnis yang menguntungkan dan 0 Utang kepada siapapun ( entah kepada Bank atau Bang Miun ). Kekayaan 100%, dan Utang 0 %. Nah orang yang begini yang pantas di sebut Pengusaha Sukses.
Jumat, 16 September 2022
RIAK GELOMBANG PARA RELAWAN
Rabu, 31 Agustus 2022
KASUS TERUNIK DI ABAD 21
Sabtu, 30 April 2022
CATATAN PERJALANAN PULKAM PASCA CORONA 2022
PENULIS : M.YUSNI.MS
Memang belum ada satu pengumuman pun tentang Corona Disaster dari Pemerintah Indonesia, bahwa kondisi di Indonesia sudah benar benar lepas dari wabah tersebut. Berita – berita tentang kasus Corona masih terdengar. Namun saya sudah bertekad bulat untuk pulang kampung ramadhan ini. Saya sudah ainul yaqin memutuskan untuk pulang. Sendiri atau pun bersama isteri dan anak anak. Masalah pulang kampung ini sudah juga saya diskusikan dengan mantan Pacar saya dirumah. Kayaknya dia nggak minat sama sekali untuk ikutan pulang kampung. Alasannya sih masuk akal, dia tidak mau jauh – jauh dari Samarinda, karena harus mengawasi dan mengontrol kondisi ibunya yang juga sudah renta. Kalau anak – anak yang mau ikut cuman satu, yaitu si bontot yang imut, Putri Syabila ( 7 tahun ). Pengen banget ikut. Tapi masalahnya si Mami nggak kasih ijin. Kecuali mami ikut baru Syabila juga ikut. Awalnya si Putri pertama mau ikut perjalanan ini. Namun lagi – lagi terkendala masalah vaksin. Karena dia sampai sekarang belum di vaksin sama sekali. Jadi takut – takut kalau mau ikutan pulkam. Akhirnya, jadilah saya yang berangkat pulang sendirian.
Awalnya saya mau berangkat tanggal 24 April 2022, gegara menunggu THR yang belum ada khabar, bahkan muncul isyu THR akan dibayarkan Pasca Hari Raya. Isyu ini sempat memunculkan komentar dan kericuhan di kalangan PNS dan Tenaga Honorer seperti saya. Karena belum ada juga kepastian, akhirnya saya memutuskan untuk “Meminjam dana” kepada salah satu Donatur. Dan Alhamdulillah saya pun mendapat pinjaman lunak.
Ketika saya mau berangkat dari rumah, saya berfikir, pasti terminal bis ini penuh dengan para pemudik, penuh dengan para calo, penuh dengan para pengantar dan sebagainya. Belum lagi nanti pasti ada pemeriksaan surat Vaksin dan boster. Dan banyak lagi hal hal negatif lainnya. Ternyata saya kecele. Karena begitu saya turun di depan terminal bis Sungai Kunjang, kondisi normal seperti hari – hari biasa. Tanpa pemeriksaan apapun. Saya beli tiket bis pun biasa saja, nggak pake antrean dan nggak pake lama. Cuman memang, ternyata bis jam pertama sampai jam 4 sudah penuh. Tinggal bis jam 18.00 yang tersisa. Artinya saya harus menunggu selama 4 jam di terminal. Mati Wolanda ! kata saya.
Tapi saya nggak kehabisan akal, karena terminal tidak jauh dari Bigmall, maka saya memutuskan untuk ngabuburit di Pusat Perbelanjaan terbesar di Samarinda tersebut. Jalan – jalan, muter-muter, lihat – lihat berbagai barang yang dijajakan disana. Sampai saya juga sempat nonton di XXI – kebetulan lagi ditayangkan film terbaru yaitu : ....
Tepat jam 16.20 saya meluncur kembali ke Terminal Bis Sungai Kunjang. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Bis saya pun tiba. Dan saya sempat khawatir kalau bisnya sudah lansia, ternyata yang datang masih muda belia. Bisnya masih baru. Dan juga sudah memiliki fasilitas WC didalamnya. Dan yang kerennya lagi full musik dan ada colokan hape diatas kepala semua penumpang. Ini baru mantap. Hape saya bakalan on terus. Karena bagi manusia di zaman milineal ini, hape jangan sampai mati, karena begitu pentingnya hape bagi komunikasi, hiburan dan informasi.
Tepat pukul 18.00, si Abang Sopir langsung menghidupkan mesin dan memulai perjalanan kami yang bakal kami tempuh selama berjam – jam kemudian.
Bismillah – ucapku dalam
hati. Setelah hampir 5 tahun nggak pernah pulang kampung, akhirnya aku bisa
pulang juga, kayak orang – orang lain.
Bis melaju santai menuju kota pertama yaitu Balikpapan. Kami pun melewati Jalan tol yang sudah mulai di operasikan di Kaltim. Ternyata hanya sekitar 1 jam lebih saja kami sudah sampai di Karang Joang Balikpapan. Kemudian lanjut menuju ke kapal Feri penyeberangan di Kariangau Balikpapan. Karena memang untuk melanjutkan perjalanan, kita harus menyeberangi teluk Balikpapan dengan diangkut menggunakan Feri ke PPU ( Panajam Pasir Utara ) yang saat ini lagi Viral di Indonesia.
Setelah sekitar 30 menit, bis akhirnya turun ke darat dan melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin. Saya pun membayangkan perjalanan yang panjang dan berliku. Karena memang seperti itulah perjalanan dari PPU menuju ke Tanah Grogot. Disini kelihaian Bis Sopir Banjar diuji. Dengan ukuran jalan yang sempit dan kecil. Bis yang besar besar. Jalur yang meliuk – liuk, turun dan naik gunung. Tapi jarang terdengar ada bis yang keterusan masuk Jurang atau menabrak pemukiman. Padahal bagi saya kelajuan bis cukup tinggi. Ketika dua bis berpapasan itu hanya sejengkal saja.
Persinggahan pertama kali adalah di sebuah warung makan prasmanan. Disini Sopir dan Penumpang bebas memilih makanan. Bahkan bisa double – double. Sekitar 5 tahun lalu, saya sempat kecewa dengan warung makanan yang puluhan tahun berkerjasama dengan pihak pengusaha. Memang banyak orang yang sudah mengkomplainnya. Dengan makanan seadanya. Sudah disiapkan dan diatur jatahnya. Walaupun murah dan sederhana, maksud saya ya agak layak lah. Nah disini, di warung yang sekarang kami singgah ini, benar benar maksimal pelayanannya. Para petugas penyaji juga cepat dan cekatan. Hampir semua jenis ikan ada disana, kecuali kelompok hewan bersungut dan bercapit dari laut. Saya benar benar kekenyangan dan puas. Apalagi ketemu ikan papuyu besar yang di goreng.
Wih benar benar mantap.
Sampai – sampai saya harus menetralisir kondisi perut saya yang kekenyangan.
Sekitar satu jam kemudian, bis kembali meluncur....
Ketika bis hendak mencapai KM 16, tiba – tiba kenalan saya di Bis bernama Pak Santoso berkata : “nanti kalau sudah tiba, bapak ikut saya aja ya. Saya di jemput mantu saya.”
“ Oke siap”, jawab saya.
Jadilah saya kemudian ikut
beliau. Karena beliau ini kebetulan tinggal di Brangas Alalak. Ini adalah
kampung kelahiran saya. Disinilah kampung dimana Kakek dan Nenek saya bermukim
selama ini hingga sampai meninggalnya. Begitupun Paman2 dan bibi2 saya. Namun
semuanya sudah almarhum, kecuali tinggal satu isteri Paman saya yang tertua,
dan sepupu – sepupu saya sebagian masih ada di kampung ini.
Begitu sampai di Alalak, saya langsung menyempatkan diri ke kuburan Kakek saya M.Said di Samping mesjid Alalak. Saya sempat lupa posisinya. Namun berdasarkan feeling saya mengikuti suara hati, dan menemukan kuburan beliau yang nampaknya kurang terawat.
Sebenarnya ada satu lagi kuburan yang saya nggak ketemu, yaitu kuburan Paman paling Bungsu saya. Namun tidak ketemu. Jadilah saya akhirnya berdoa saja dikuburan kakek aja. inilah asal usul nama marga dibelakang nama saya. Saya sering menulis nama saya Muhammad Yusni bin MS. Jika orang – orang sibuk menulis nama gelar kesarjanaan, maka saya lebih bangga menuliskan nama – nama orangtua, Kakek dan dan Datu saya. Kebetulan nama mereka bertiga jika diringkas cukup dua huruf : MS. Namun itu memiliki tiga nama besar : Muhammad Sani bin Muhammad Said bin Muhammad Sa’ad. Makanya saya singkat MS dibelakang nama saya tersebut.
Setelah itu saya berkunjung kerumah bibi yang masih hidup. Namun dari kejauhan rumah tersebut nampak lengang dan sunyi. Begitu pula rumah besar dimana kakek dan nenek dulu tinggal bahkan kosong dan sunyi. Dalam kebingungan, akhirnya saya memutuskan untuk naik ojek kembali ke jalan raya.
Saya pun mencoba maxim, ketika sedang asik pencet – pencet, tiba tiba lewat bis Tayo, langsung saya stop, tapi lumayan jauh berhentinya, saya kejar sambil berlari lari dan langsung naik. Ini sejenis busway di Jakarta. Tetapi sedang masa uji coba sampai bulan Juni nanti 2022. Alhamdulillah Gratis. Bis ini nanti akan berhenti ke titik terminal pal 6 kata penumpang lain. Jadi akhirnya saya bisa menikmati keliling kota Banjarmasin.
Ketika kemudian bis memasuki
terminal lama di Pal 6, saya langsung mencari minibus jurusan ke Kuala Kapuas.
Alhamdulillah nemu. Tapi lumayan lama menunggu penumpang lain. Akhirnya Cuma
dapat 3 orang, itupun kami disuruh nambah lagi. Ya udah, ketimbang nunggu lama
– lama. Akhirnya saya putuskan untuk nambah ongkos.
Akhirnya saya melanjutkan ke
Kota Kuala Kapuas. Kota Air.
Minggu, 11 Juli 2021
MENGAPA SAYA JARANG MENULIS DI BLOG ?
Semenjak adanya Facebook, saya jadi jarang menulis di Blog pribadi saya. Karena memang terkadang tulisan - tulisan saya kan pendek - pendek. jadi lebih banyak saya kirim pakai postingan saja lewat Facebook yang memang bisa untuk itu. Disamping itu juga, Facebook lebih interaktif dibandingkan dengan blog. namun kadang - kadang saya masih menulis juga khusus untuk Blog saya. Saya tidak pernah perduli, apa Blog saya dibaca orang apa tidak. Yang jelas disinilah saya menuliskan apa yang sedang saya fikirkan atau sedang saya rasakan.
