Kamis, 16 April 2009

KESERAKAHAN YANG MEMBUTATULIKAN


Ketika seorang manusia diberi satu bukit emas, maka ia akan menginginkan bukit emas kedua, dan jika sudah didapatkannya maka ia akan menginginkan lagi bukit emas yang ketiga. Demikianlah sifat manusia. Manusia – manusia yang tidak beriman kepada Allah dan alam akhirat, tidak akan berhenti mengejar harta, menimbun uang dan emas, membeli barang – barang mewah dan menguasai sumber – sumber uang. Orang – orang yang hatinya telah dikuasai keserakahan, maka mata hatinya akan buta tuli. Ia tidak akan perduli lagi dengan lingkungannya. Ia tidak akan lagi perduli dengan orang yang mengalami kesulitan. Tidak perduli lagi dengan keadaan saudaranya sesama manusia.
Bagi orang – orang yang telah dikuasai oleh keserakahan, ia tidak akan berhenti untuk terus menguasai dan menguasai. Bahkan dengan berbagai cara ia akan mencoba merebut apa yang dimiliki oleh orang lain. Merampas dan mengambil hak orang lain adalah kebiasaan yang telah berakar dalam tubuh orang serakah.
Qarun adalah salah satu sample yang telah Allah ciptakan, sebagai lambang orang yang pongah, serakah, kaya raya tapi pelit, suka mengumpulkan harta dan menimbunnya. Sehingga akhirnya Qarun tenggelam kedalam tanah bersama harta yang dimilikinya.
Sifat serakah memang tidak terasa akan tumbuh dalam diri kita. Sifat itu seperti
Virus. Ia menyebar perlahan didalam darah dan daging kita. Tanpa terasa sampai akhirnya kita dikuasainya dan kitapun menjadi salah satu Qarun yang serakah.
Biasanya hanya lubang kubur dan kain kafan yang akan menghentikan keserakahan seseorang. Ketika nafas sampai tenggorokan barulah manusia serakah akan menyadari
Bahwa didunia ini tidak ada yang abadi yang abadi hanyalah Allah semata – mata.
Semoga kita tidak termasuk manusia yang serakah.

Rabu, 08 April 2009

Tentang Blog Khusus Alumni IMM Kaltim

LATAR BELAKANG TENTANG LAHIRNYA BLOG ALUMNI IMM KALTIM
10 Tahun yang lalu saya jalan – jalan ke Mesjid Al Ihsan Samarinda, yang konon menjadi pusat kegiatan IMM Samarinda. Dan saat itu ketika asik membongkar arsip di Lemari IMM saya menemukan 2 buah album kenangan masa lalu teman – teman. Hati saya tersentak, sebagai salah satu Kader IMM ketika itu saya merasa enggak enak hati. Kalau saya biarkan saja kedua album ini disini, maka ia akan habis dimakan Rayap, Tikus atau Waktu. Lalu saya berinisiatif “ Mencurinya”. Mudah – mudahan Allah mengampuni saya. Karena tuh lemari berserta isinya memang sudah tidak ada lagi yang memperhatikan. Generasi IMM angkatan saya saja barangkali tidak tahu ada lemari IMM disitu. Kemudian lama album tersebut ditangan saya. Dari kedua album itu saya lalu tahu beberapa wajah dedengkot IMM Tahun 1992. Karena kesibukan mencari nafkah hidup, 2 album tersebut sempat “Terlupakan”. Lagipula waktu itu saya tidak tahu bagaimana caranya mengamankan 2 album tersebut. Mau dijadikan buku, biayanya mahal. Mau difoto ulang repot. Akhirnya ya saya simpan saja di Lemari arsip saya.

Kemudian Tahun 2007 saya mulai ngeblog di Blogger.com, nah akhirnya muncul niatan untuk membuat blog khusus untuk Alumni IMM Kaltim. Lalu saya mulai melancarkan operasi pembuatan blog Alumni IMM Kaltim. Dan kedua Album tersebut akhirnya saya scan ulang dan secara bertahap saya masukkan ke blog Alumni IMM Kaltim. Hanya sedikit yang tahu project rahasia tersebut.

Dan Alhamdulillah pada Tahun 2009 ini akhirnya saya bisa merampungkan blog tersebut. Tidak ada niat jelek saya untuk menampilkan foto – foto para senior tersebut. Namun lebih kepada upaya untuk melakukan Dokumentasi kegiatan rekan – rekan IMM Kaltim khususnya Kota Samarinda. Untuk para pemilik wajah saya mohon maaf jika dalam pemuatannya saya sama sekali tidak minta ijin.

Demikian pengantar saya ini. Mohon maaf lahir dan batin
Samarinda, 6 April 2009
Muhammad Yusni / Angkatan IMM Tahun 2000 – 2005
www.yoesny.blogspot.com
email : yoesny@plasa.com / emyoesny@yahoo.com / yoesny1971@gmail.com

Selasa, 17 Maret 2009

SUNGGUH – SUNGGUH

Sungguh – sungguh dalam mengupayakan tercapainya sesuatu, maka apa yang kau inginkan pasti kaudapatkan. Jika engkau menginginkan wanita, maka akan kaudapatkan. Jika harta duniawi yang kauinginkan, maka ia akan datang padamu dengan bersegera. Jika engkau menginginkan surga, maka surgalah yang akan kaudapatkan.

Sungguh saya agak bingung dengan pendapat tersebut, mengingat, banyak orang yang bersungguh – sungguh mengejar sesuatu, justeru enggak dapat – dapat. Misalnya jadi artis, ikut berbagai kompetisi, lomba, audisi dan sejenisnya, toh tetap enggak bisa jadi artis.

Ada pula yang kepingin kaya, tetap saja miskin. Ada yang kepingin atau naksir dengan seseorang, tetap saja tidak mendapatkannya. Lalu bagaimana dengan saran diatas tadi ? Bagaimana pendapat anda ???

Senin, 09 Maret 2009

Bangganya Melihat Orang Yang Sukses

By Muhammad Yusni

Saya mengenal Andi Harun, sudah cukup lama, kami dulu sama – sama aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Beliau di Pimpinan Pusat, saya di tingkat Pimpinan Cabang. Bertemunya disalah satu arena perkaderan. Beliau sebagai Master, saya sebagai Panitia. Kemudian beliau menikah dengan Saudari Rinda, semenjak itu karir beliau menanjak terus. Sampai akhirnya beliau menjadi Anggota DPRD Kaltim. Pada saat pelantikannya saya mengucapkan syukur, ternyata dari Angkatan Muda Muhammadiyah ada yang jadi Anggota DPRD, semoga bisa membawa kepentingan Rakyat, khususnya kepentingan rakyat Muhammadiyah.

Sebagai seorang teman, saya termasuk yang bangga dan senang. Dan syukurlah selama beliau menjadi anggota DPRD, tidak pernah sekalipun saya meminta Uang untuk kepentingan pribadi saya. Itu memang saya tanam dalam diri dan keluarga saya, agar jangan memanfaatkan teman yang lagi sukses, alias meminta uang. Kecuali dikasih baru diterima. Kita harus tetap bersikap sebagai seorang teman yang baik.

Begitu pula ketika karir beliau mengalami goncangan, saya tetap berkunjung bersilaturrahmi kerumah beliau, untuk menunjukkan kepada beliau, bahwa masih ada teman atau mantan teman, terlepas kunjungan saya dianggap atau tidak dianggap.

Mengenai duit tadi, hal yang sama juga saya lakukan ketika Naiknya Pak Dokter H. Andi Sofyan Hasdam, ketika banyak teman – teman lain meminta uang ke beliau, saya memilih menahan diri. Saya malu, takut nanti kalau saya dianggap tidak tahu malu. Pada hal saya dengan beliau, ketika masih di Samarinda, masih buka praktek di Gelatik, sering saya berkunjung untuk sekedar bertanya atau dialog tentang nasib Rakyat Indonesia. Tapi waktu itu dalam konteks, beliau sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, sementara saya waktu itu Aktivis Mahasiswa Muhammadiyah Samarinda.

Termasuk ketika Isteri saya ditahan di Rumah Sakit Aisyiyah setelah melahirkan anak yang kedua, karena tidak mampu membayar biaya persalinan, orang yang pertama saya temui, ya Pak Dokter. Sayangnya waktu itu, kewenangan Aisyiyah di Tangan Ketua PW Aisyiyah Kaltim, sehingga beliau hanya bisa menyarankan agar saya langsung saja ke ketua Aisyiyah.

Semenjak beliau naik jadi Walikota Bontang, tak sekalipun saya meminta uang atau mengajukan proposal atas nama pribadi, demi menjaga hubungan tadi. Terlepas Pak Dokter tadi masih menganggap saya atau tidak. Entahlah, apakah beliau masih ingat dengan wajah saya. Mengingat beliau kini adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang kini telah menjadi milik masyarakat Bontang.