Sabtu, 30 Mei 2009

KELUARGA DEKAT

Terkadang kita tidak sadar, bahwa kita memiliki keluarga dekat. Karena terfokusnya kita pada Ayah dan Ibu, kakak atau adik. Kita lupa kalau kita punya Paman dan Bibi. Punya adik sepupu atau kakak sepupu. Kita terkadang menganggap Ayah, Ibu, kakak dan Adik adalah keluarga yang kita miliki. Padahal diluar mereka kita punya paman, bibi, sepupu, ipar, kakek dan nenek. Sehingga dalam beberapa hal kita seringkali mengabaikan keberadaan mereka. Padahal mereka adalah keluarga dekat kita. Kalau kita melihat babak kehidupan Sang Nabi Agung Muhammad SAW, beliau sangat dekat dengan Paman dan bibi, sepupu, dan kakeknya. Beliau tahu persis apa itu yang namanya keluarga dekat. Hanya saja tidak semua anggota keluarga dekat itu memihak kepada Islam yang dibawanya. Sehingga memusuhi beliau bagaikan menemukan musuh di tengah padang tandus. Namun beliau tetap menjaga sikap beliau terhadap para keluarga dekat beliau.
Dengan kondisi dunia saat ini yang sedang menuju ke Trend individualitas alias anti keluarga, maka bisa kita bayangkan seperti apa dunia yang sedang kita huni saat ini. Gerakan kumpul kebo alias hidup tanpa ikatan pernikahan. Menikah tidak mau punya anak. Bahkan ada perempuan menikahi perempuan. Lelaki menikahi lelaki. Disatu sisi mereka tak ingin sendiri. Disisi lain sifat individualistik merekat erat. Dengan kondisi demikian apa mungkin terjadinya penciptaan keluarga yang lengkap ? Mungkinkah terjalin hubungan antar anggota keluarga dekat ? Semerawut kayak benang kusut.
Untunglah masih ada beberapa bangsa yang masih menghargai pentingnya keluarga. Masih menghargai paman dan bibi, masih mengenal kakek dan nenek. Masih menemui sepupu dan keponakan. Syukurlah.

Selasa, 26 Mei 2009

Kacung bangsa sendiri



Tulis Muhammad Yusni

Tanpa kita sadari bangsa kita telah mewarisi kebudayaan budak dari zaman dulu. Iya memang kita sudah merdeka. Tapi hingga hari ini masih banyak manusia yang belum bisa merdeka dari kemiskinan. Merdeka dari kebutahurufan. Merdeka dari kegagalan menempuh pendidikan. Masih banyak manusia – manusia Indonesia yang terperangkap dalam kemiskinan dan kebodohan. Dua saudara kembar kegagalan peradaban yaitu kemiskinan dan kebodohan masih tetap menjadi topic idola bagi para surveyor dan kaum peneliti . Yang lucunya, kita bisa bebas dari bangsa lain yang menjajah Indonesia. Tetapi belum bebas dari dua saudara kembar tadi. Yang parahnya lagi, muncul manusia – manusia yang dari bangsa sendiri yang punya tabiat sok kuasa dan sok ngatur, sehingga merasa perlu memperbudak saudara sesama bangsa yang masih terbelenggu kemiskinan dan kebodohan tadi untuk dijadikan kacung.

Minggu, 24 Mei 2009

MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA DENGAN DUA ILHAM ?

Bisakah kita sepakat, bahwa manusia itu hanya bisa berihtiar, namun Allah jualah yang menentukan finishingnya. Semua kita bisa berencana ini dan itu. Kita semua bisa bermimpi ini dan itu. Kita semua bisa berangan – angan tentang apa saja. Namun tetap semua menunggu kehendak Tuhan. Memang Allah yang berkuasa atas kita semua. Berkuasa menentukan jalan hidup kita.
Allah yang mengilhamkan jalan kebenaran dan jalan kejahatan. Kalau Allah sudah menyesatkan seseorang atau kelompok, maka tidak akan ada yang bisa memberi petunjuk. Begitu pula kalau Allah sudah memberi petunjuk untuk bertaubat bagi seseorang, maka tidak akan ada yang menghalanginya. Dan itu sudah terbukti berkali – kali.
Kalau kita simak dari kisah – kisah menakjubkan yang dialami oleh para Mualaf yang tadinya kafir lalu masuk Islam karena mengakui kebenaran Islam. Mereka justeru menemukan Islam diantara tumpukan dogma – dogma dan ajaran – ajaran agama yang mereka geluti sehari –hari. Memang Iman itu benar – benar barang ajaib. Tidak semua orang bisa menemukannya. Bahkan orang islam yang sejak lahir saja belum tentu mau beriman. Ketika sebuah ajaran dalam islam tidak sesuai dengan hati nurani atau kebiasaan yang ada di masyarakat, maka apakah kita lalu menolak mengimaninya ? Padahal jika mau jujur dan berfikiran terbuka, sesungguhnya mana sih ajaran Islam yang tidak sesuai dengan hati Nurani.
Semisal Wajib Jilbab, hanya karena dimasyarakat banyak yang tidak berjilbab, apakah lalu kita menolak jilbab. Padahal jilbab itu jelas – jelas kewajibannya bagi wanita yang sudah baliq. Banyak kita temukan dijalan – jalan, siswi sebuah sekolah yang berlabel agama, malah dengan santainya keluyuran ke Mal – mal tanpa mengenakan jilbab. Bahkan memakai celana levis yang ketat dan baju kaos yang menampak lekuk payudaranya. Bahkan dengan gembira bergelanyutan dilengan pacarnya.
Yang ironisnya lagi ada siswi memakai Jilbab, namun asik mojok bersama pacarnya disalah satu sudut sekolah. Berpandangan dan saling membelai. Nauzubillah minzalik.
Lalu kembali kepada awal pembicaraan kita, apakah contoh – contoh tadi berhubungan dengan masalah kehendak Allah ? Jadi belum tentu seseorang yang bersekolah di Sekolah berlabel Islam, hari – hari dijejali ajaran Agama Islam, memiliki kekuatan iman yang mantap. Malahan ironisnya si siswa menjawab bahwa Pacaran adalah motivasi bagi belajar. Padahal fakta dilapangan justeru banyak siswa atau siswi yang hidup dan sekolahnya berantakan gara – gara berpacaran. Ada yang baru kelas II namun terpaksa berhenti sekolah dan menikah. Ada siswa yang terjun dari jembatan Mahakam gara – gara dicuekin si Pacar seharian. Fakta – fakta diatas banyak sekali kita temukan dalam realitas kehidupan, namun toh tetap saja banyak siswa yang mencoba – coba. Ataukah memang Allah sedang mencoba keimanan para siswa itu ? Bukankah Allah yang mengilhamkan jalan kebenaran dan jalan kesesatan ? Lalu kamu mau kemana sendiri mau kemana ?

3 Hal Yang Menarik Minat Saya


Terus terang tadinya saya ingin menjadikan blog saya ini khusus Pribadi. Namun dikarenakan permintaan beberapa teman agar saya bisa menampilkan beberapa ciri khas blog, maka setelah melewati perenungan yang panjang saya lalu mencoba menampilkan tiga hal, yang sebenarnya memang sudah menjadi minat saya dari dulu yaitu : IPTEK, Lingkungan Alam dan Wisata ( khususnya yang berbau adventure ). Karena memang sejak saya masih kecil, ketiga hal tersebut sangat menarik minat saya. Ketika kecil saya seringkali mengkhayal sebagai seorang penjelajah, menyisiri perkampungan, Pantai, bukit dan sawah. Saya juga suka mengumpuli daun – daun aneh dan benda – benda aneh yang saya temukan. Karena itu saya selalu memanggul ransel kecil. Peralatan saya juga macam – macam, mulai pisau lipat multi fungsi, botol air minum, kotak makanan, korek api, garam, dan jas hujan. Hobby tersebut berlanjut sampai SMP dan SMA. Bahkan di SMA saya sempat bersama – sama teman sekelas mendirikan Kelompok Pecinta Alam, yang waktu itu dinamakan Mahakam Young Falcon disingkat MYF. Setiap liburan kami biasa berkemah kemana – mana. Yang namanya Lintas Alam juga biasa kami ikuti. Pola itu cukup lama saya jalani. Sampai kinipun kecintaan saya terhadap Ciptaan Allah masih terus mengakar dihati.
Kalau bicara Iptek, maka hal – hal yang menarik minat saya adalah seperti Komputer dan Internet. Saya mulai kenalan dengan Komputer, waktu saya masih duduk di SMA. Waktu itu oleh pihak sekolah diwajibkan harus punya sertifikat kursus, terserah kursus apa aja. Saya lalu mengambil kursus komputer. Namun dikarenakan pada saat itu biaya kursus komputer sangat mahal, saya mentok di tengah jalan. Tetapi Allah lalu memberi jalan, saya kebetulan punya teman maniak komputer, sama – sama aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, namanya Chalid Arifuddin. Dengan beliaulah lalu saya belajar komputer. Kebetulan waktu itu zamannya masih menggunakan Word Star 04. masih pakai DOS dulu kalau mau menyalakan komputer. Kemudian saya beli buku sendiri dan memperdalam sendiri.
Dasar – dasar yang telah diberikan tadi cukup membantu saya. Semenjak itulah saya kemudian gemar bahkan ikut – ikutan jadi maniac komputer. Taklama kemudian muncullah Windows 3.01 yang terkenal itu, dengan makin interaktifnya komputer, maka kecintaan saya terhadap komputer makin menjadi – jadi pula. Belum lagi yang namanya maen internet. Bahkan saat tidur saja saya merasa sedang didepan komputer. Ada kejadian unik ketika saya pertama kali belajar komputer, Ibu saya sering mendengar kalau malam hari, saya sering mengucapkan kata, Enter! Enter! Enter!
So… akhirnya saya fikir mencoba untuk menciri khususkan blog saya ini pada ketiga hal tersebut. Walaupun begitu tetap saja saya menampilkan tema – tema yang lain.
Yang jelas tujuan utama saya membangun blog ini adalah dalam rangka ikut membangun komunitas blogger dalam negeri agar bisa bersaing dengan blogger dunia internasional ( terlalu ideal ya ? ) terserah anda mengartikan maksud saya ….. oke selamat walking on my blog….. he he he.

Sabtu, 25 April 2009

SEBUAH PILIHAN


Ketika kita dilahirkan ke muka bumi, apakah kita memang memilih ? Tidak. Kita lahir karena kehendak dari Sang Penguasa Hidup. Ketika terjadi bersatunya sel sperma dengan indung telur bunda dan akhirnya tercipta membentuk kita, itu bukan pilihan kita. Ketika kita kemudian terlahir kedunia sambil menangis kencang, juga bukan pilihan kita. Kemudian ketika kita besar dan kemudian masuk sekolah, juga bukan kehendak kita. Sampai usia 10 Tahun barulah kita punya pilihan. Kita ditanyai mau kemana setelah lulus SD ? itu pun masih dibawah kendali orangtua. Lulus SMP dan SMA juga masih tetap dibawah kendali orangtua. Namun kita sudah mendapat hak berkali – kali untuk memilih. Kita sudah diajari untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Tinggal kita mampu tidaknya membedakan mana yang positif dan tepat mana yang negatif dan salah.
Setiap hari kita menghadapi 2 pilihan, tiga pilihan, bahkan lebih. Mau turun sekolah atau bolos. Mau belajar atau tidak mau belajar. Mau kerumah teman atau dirumah saja. Memilih si A karena pintar, memilih si B karena cantik. Begitu terus…. Kita selalu memilih dan terus memilih. Kadang pilihan yang kita pilih tepat. Kadang tidak tepat.

Sabtu, 18 April 2009

TERIMA KASIH ATAS TIDAK TERPILIHNYA SAYA MENJADI ANGGOTA DPRD SAMARINDA 2009


Perhitungan suara memang belum selesai ketika saya memposting tulisan ini. Namun saya MENGUCAPKAN TERIMA KASIH kepada Masyarakat Kecamatan Sungai Kunjang yang telah memilih Partai Matahari Bangsa. Terima kasih atas attensi anda terhadap kami Parpol baru. Saya juga mengucapkan Terima kasih atas Tidak Terpilihnya saya, saya bersyukur sekali atas kondisi ini, berarti memang masyarakat sungai kunjang belum memberi amanah kepada saya untuk mewakili mereka di Dewan. Sekali lagi terima kasih.

Kamis, 16 April 2009

Percakapan Rakyat Kecil Tentang Para Wakilnya

Ketika berlangsungnya proses pencoblosan saya memutuskan untuk memantau dua TPS didekat rumah saya yaitu TPS 9 dan 10. Kedua TPS mulai banyak didatangi oleh warga sekitar. Ada yang berombongan dan ada yang datang sendiri – sendiri. Beberapa kenalan saya menegur dan melontarkan kata – kata, “pusing milihnya, kebanyakan yang dipilih.”

Ada juga yang datang lalu sibuk mengamati papan pengumuman dimana ada foto – foto caleg yang terpampang sebelum memilih. Ada juga yang terkaget – kaget melihat wajah saya. “ Lho mas calon juga, ya?”

Saya cuma mesem – mesem.

Saya amati proses pendaftarannya, masuk bilik suara dan sampai memasukkan kedalam kotak suara. Rasanya memang tidak ada yang salah. Lalu saya ke TPS sebelahnya, juga sama saja.

Kemudian saya menuju ke Warung Mbah, dimana saya biasa nongkrong. Ternyata di Warung tersebut sudah banyak orang. Ada penjaga TPS yang lagi ngopi, ada pemantau pemilu, dan ada pula saksi yang sedang menikmati rokoknya. Semuanya berbaur dan saling bercerita. Beragam topic yang mereka bicarakan. Mulai cerita betapa capeknya nungguin kotak. Ribut – rebut warga yang tidak terdaftar dalam DPT tapi mau mencontreng. Ada yang ditolak surat tugasnya, ada juga yang belum terima uang transport mengawas. Dan sebagainya.

Dari sana tiba – tiba saya sadar mereka semua adalah rakyat. Saya sendiri Caleg, ada yang jadi Penjaga TPS, ada yang pengawas dan pemantau pemilu, ada saksi – saksi, ada pemilih…. Mereka semua ternyata rakyat.

Hari ini adalah hari dimana mereka Rakyat memilih para wakilnya. Mereka memilih orang yang akan mewakili semua kepentingan mereka di gedung DPR. Mewakili rakyat, berarti para wakil itu berkerja untuk rakyat, mereka semua pembantu rakyat. Mereka adalah orang yang kita pilih, orang yang kita gajih lewat uang pajak, mereka yang duduk dikursi DPR intinya adalah para pembantu rakyat.

“ Tapi mas, kenapa justeru banyak rakyat yang dikhianati oleh para wakilnya ? Kepentingan rakyat seringkali kalah dan kandas. Proses pemiskinan, proses pengangguran, proses penggusuran, proses sengketa buruh dan majikan. Proses karyawan dan pengusaha, semuanya yang berada di posisi kalah adalah Rakyat. Rakyat selalu yang kalah dan tertindas, sementara para wakilnya ( tidak semua ) malah berasik masyuk di diskotik dan cafĂ©, ada yang sibuk dengan selingkuhannya, ada yang korupsi dan suap menyuap dengan uang rakyat.

Dimana para wakil itu, ketika terjadi penggusuran dimana – mana ( demi pembangunan komplek mall dan sejenisnya ). Dimana para wakil itu ketika banyak kasus – kasus sengketa antara buruh dan majikan ? Dimana mereka semua itu ?

“ Tapi mas, kenapa kemiskinan dan pengangguran masih banyak dan ada dimana – mana? Bukankah para wakil rakyat itu sudah mendapat amanah untuk memperjuangkan nasib dan kepentingan rakyat ? “

“ Kalau mereka memang wakil kami, kemana saja mereka selama 5 tahun ini ? Kok baru – baru aja ketika dekat pemilu baru muncul dan melakukan kunjungan – kunjungan. Baru melakukan silaturrahim, baru melakukan pengobatan gratis, baru melakukan gotong royong melakukan pembersihan di kampung – kampung. Baru membantu perbaikan jalan – jalan. Baru memperbaiki mesjid dan mushola. Kemana saja mereka selama ini. Orang seperti ini Insya Allah tidak akan saya pilih “ Timpang seorang Bapak Penjual Pentolan.

“Apalagi para caleg baru, parpol baru, apasih yang bisa mereka lakukan untuk merubah system dan kondisi sekarang ? “ Tanya seorang Guru Matematika “ Dengan pengetahuan dan keahlian yang belum jelas, bagaimana mereka bisa melakukan perubahan. Apalagi melihat program dan visi parpol baru yang begitu keren dan mantap. Mampukah mereka melaksanakannya ? “

( Nah yang ini nembak saya. Tapi benar juga tuch katanya ).

“ Kalau saya punya pengalaman buruk dengan seorang wakil rakyat.” Kata seorang ibu muda. “ Waktu itu saya sedang mengendarai motor disebut simpangan. Dan tepat disamping saya ada sebuah mobil mewah dengan kaca gelap. Ketika saya mau membelok, ternyata mobil itu juga mau belok, karena kaget saya langsung menabrak pintu mobil tersebut. Mobil itu langsung berhenti dan keluar seorang lelaki agak gempal dan penampilan perlente sambil marah – marah dan menyumpahi saya,” setan kamu ya, belum tau siapa saya…..!! saya ini Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat!!”

Sombong, tapi kok ngaku wakil rakyat!

“ Seharusnya DPR itu diganti aja dengan Dewan Perwakilan Orang Kaya atau Pejabat gitu. “ Sambung ibu itu kesal. “ Malu saya dengan kelakukan Wakil rakyat, tetapi sama sekali tidak menunjukkan sikap sebagai seorang yang mewakil rakyat. Ini rakyat malah di Setan – setani.”

Saya senyum – senyum kecut.

“ Tapi khan tidak semua Wakil Rakyat begitu khan bu??? “ Tanya saya.” Tidak semua mereka itu sombong dan angkuh. Tidak semua mereka terlibat korupsi dan suap menyuap. Tidak semua mereka melakukan hal yang tidak bermoral. Wakil rakyat juga manusia khan bu???.

Lalu bagaimana dengan Pemilu sekarang ? Kira – kira wakil rakyat seperti apa yang akan kembali ke gedung DPR ?

“Itu mah, hanya Tuhan aja yang tahu.” Sahut seorang ustaz kesal.

KESERAKAHAN YANG MEMBUTATULIKAN


Ketika seorang manusia diberi satu bukit emas, maka ia akan menginginkan bukit emas kedua, dan jika sudah didapatkannya maka ia akan menginginkan lagi bukit emas yang ketiga. Demikianlah sifat manusia. Manusia – manusia yang tidak beriman kepada Allah dan alam akhirat, tidak akan berhenti mengejar harta, menimbun uang dan emas, membeli barang – barang mewah dan menguasai sumber – sumber uang. Orang – orang yang hatinya telah dikuasai keserakahan, maka mata hatinya akan buta tuli. Ia tidak akan perduli lagi dengan lingkungannya. Ia tidak akan lagi perduli dengan orang yang mengalami kesulitan. Tidak perduli lagi dengan keadaan saudaranya sesama manusia.
Bagi orang – orang yang telah dikuasai oleh keserakahan, ia tidak akan berhenti untuk terus menguasai dan menguasai. Bahkan dengan berbagai cara ia akan mencoba merebut apa yang dimiliki oleh orang lain. Merampas dan mengambil hak orang lain adalah kebiasaan yang telah berakar dalam tubuh orang serakah.
Qarun adalah salah satu sample yang telah Allah ciptakan, sebagai lambang orang yang pongah, serakah, kaya raya tapi pelit, suka mengumpulkan harta dan menimbunnya. Sehingga akhirnya Qarun tenggelam kedalam tanah bersama harta yang dimilikinya.
Sifat serakah memang tidak terasa akan tumbuh dalam diri kita. Sifat itu seperti
Virus. Ia menyebar perlahan didalam darah dan daging kita. Tanpa terasa sampai akhirnya kita dikuasainya dan kitapun menjadi salah satu Qarun yang serakah.
Biasanya hanya lubang kubur dan kain kafan yang akan menghentikan keserakahan seseorang. Ketika nafas sampai tenggorokan barulah manusia serakah akan menyadari
Bahwa didunia ini tidak ada yang abadi yang abadi hanyalah Allah semata – mata.
Semoga kita tidak termasuk manusia yang serakah.

Rabu, 08 April 2009

Tentang Blog Khusus Alumni IMM Kaltim

LATAR BELAKANG TENTANG LAHIRNYA BLOG ALUMNI IMM KALTIM
10 Tahun yang lalu saya jalan – jalan ke Mesjid Al Ihsan Samarinda, yang konon menjadi pusat kegiatan IMM Samarinda. Dan saat itu ketika asik membongkar arsip di Lemari IMM saya menemukan 2 buah album kenangan masa lalu teman – teman. Hati saya tersentak, sebagai salah satu Kader IMM ketika itu saya merasa enggak enak hati. Kalau saya biarkan saja kedua album ini disini, maka ia akan habis dimakan Rayap, Tikus atau Waktu. Lalu saya berinisiatif “ Mencurinya”. Mudah – mudahan Allah mengampuni saya. Karena tuh lemari berserta isinya memang sudah tidak ada lagi yang memperhatikan. Generasi IMM angkatan saya saja barangkali tidak tahu ada lemari IMM disitu. Kemudian lama album tersebut ditangan saya. Dari kedua album itu saya lalu tahu beberapa wajah dedengkot IMM Tahun 1992. Karena kesibukan mencari nafkah hidup, 2 album tersebut sempat “Terlupakan”. Lagipula waktu itu saya tidak tahu bagaimana caranya mengamankan 2 album tersebut. Mau dijadikan buku, biayanya mahal. Mau difoto ulang repot. Akhirnya ya saya simpan saja di Lemari arsip saya.

Kemudian Tahun 2007 saya mulai ngeblog di Blogger.com, nah akhirnya muncul niatan untuk membuat blog khusus untuk Alumni IMM Kaltim. Lalu saya mulai melancarkan operasi pembuatan blog Alumni IMM Kaltim. Dan kedua Album tersebut akhirnya saya scan ulang dan secara bertahap saya masukkan ke blog Alumni IMM Kaltim. Hanya sedikit yang tahu project rahasia tersebut.

Dan Alhamdulillah pada Tahun 2009 ini akhirnya saya bisa merampungkan blog tersebut. Tidak ada niat jelek saya untuk menampilkan foto – foto para senior tersebut. Namun lebih kepada upaya untuk melakukan Dokumentasi kegiatan rekan – rekan IMM Kaltim khususnya Kota Samarinda. Untuk para pemilik wajah saya mohon maaf jika dalam pemuatannya saya sama sekali tidak minta ijin.

Demikian pengantar saya ini. Mohon maaf lahir dan batin
Samarinda, 6 April 2009
Muhammad Yusni / Angkatan IMM Tahun 2000 – 2005
www.yoesny.blogspot.com
email : yoesny@plasa.com / emyoesny@yahoo.com / yoesny1971@gmail.com

Selasa, 17 Maret 2009

SUNGGUH – SUNGGUH

Sungguh – sungguh dalam mengupayakan tercapainya sesuatu, maka apa yang kau inginkan pasti kaudapatkan. Jika engkau menginginkan wanita, maka akan kaudapatkan. Jika harta duniawi yang kauinginkan, maka ia akan datang padamu dengan bersegera. Jika engkau menginginkan surga, maka surgalah yang akan kaudapatkan.

Sungguh saya agak bingung dengan pendapat tersebut, mengingat, banyak orang yang bersungguh – sungguh mengejar sesuatu, justeru enggak dapat – dapat. Misalnya jadi artis, ikut berbagai kompetisi, lomba, audisi dan sejenisnya, toh tetap enggak bisa jadi artis.

Ada pula yang kepingin kaya, tetap saja miskin. Ada yang kepingin atau naksir dengan seseorang, tetap saja tidak mendapatkannya. Lalu bagaimana dengan saran diatas tadi ? Bagaimana pendapat anda ???

Senin, 09 Maret 2009

Bangganya Melihat Orang Yang Sukses

By Muhammad Yusni

Saya mengenal Andi Harun, sudah cukup lama, kami dulu sama – sama aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Beliau di Pimpinan Pusat, saya di tingkat Pimpinan Cabang. Bertemunya disalah satu arena perkaderan. Beliau sebagai Master, saya sebagai Panitia. Kemudian beliau menikah dengan Saudari Rinda, semenjak itu karir beliau menanjak terus. Sampai akhirnya beliau menjadi Anggota DPRD Kaltim. Pada saat pelantikannya saya mengucapkan syukur, ternyata dari Angkatan Muda Muhammadiyah ada yang jadi Anggota DPRD, semoga bisa membawa kepentingan Rakyat, khususnya kepentingan rakyat Muhammadiyah.

Sebagai seorang teman, saya termasuk yang bangga dan senang. Dan syukurlah selama beliau menjadi anggota DPRD, tidak pernah sekalipun saya meminta Uang untuk kepentingan pribadi saya. Itu memang saya tanam dalam diri dan keluarga saya, agar jangan memanfaatkan teman yang lagi sukses, alias meminta uang. Kecuali dikasih baru diterima. Kita harus tetap bersikap sebagai seorang teman yang baik.

Begitu pula ketika karir beliau mengalami goncangan, saya tetap berkunjung bersilaturrahmi kerumah beliau, untuk menunjukkan kepada beliau, bahwa masih ada teman atau mantan teman, terlepas kunjungan saya dianggap atau tidak dianggap.

Mengenai duit tadi, hal yang sama juga saya lakukan ketika Naiknya Pak Dokter H. Andi Sofyan Hasdam, ketika banyak teman – teman lain meminta uang ke beliau, saya memilih menahan diri. Saya malu, takut nanti kalau saya dianggap tidak tahu malu. Pada hal saya dengan beliau, ketika masih di Samarinda, masih buka praktek di Gelatik, sering saya berkunjung untuk sekedar bertanya atau dialog tentang nasib Rakyat Indonesia. Tapi waktu itu dalam konteks, beliau sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, sementara saya waktu itu Aktivis Mahasiswa Muhammadiyah Samarinda.

Termasuk ketika Isteri saya ditahan di Rumah Sakit Aisyiyah setelah melahirkan anak yang kedua, karena tidak mampu membayar biaya persalinan, orang yang pertama saya temui, ya Pak Dokter. Sayangnya waktu itu, kewenangan Aisyiyah di Tangan Ketua PW Aisyiyah Kaltim, sehingga beliau hanya bisa menyarankan agar saya langsung saja ke ketua Aisyiyah.

Semenjak beliau naik jadi Walikota Bontang, tak sekalipun saya meminta uang atau mengajukan proposal atas nama pribadi, demi menjaga hubungan tadi. Terlepas Pak Dokter tadi masih menganggap saya atau tidak. Entahlah, apakah beliau masih ingat dengan wajah saya. Mengingat beliau kini adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang kini telah menjadi milik masyarakat Bontang.