Jumat, 21 Agustus 2026

UNTAIAN INDAH AYAT KE - 4 DARI SETIAP BILANGAN 30 JUZZ AL'QUR'AN

PERTANYAAN MUHAMMAD YUSNI

Buatkan rekapan lengkap 30 ayat tersebut, teks Arab + terjemahan Indonesia + nama surat + nomor ayat + makna/pelajaran singkat.

INI JAWABAN CHATGPT

Tentu. Saya susun 30 ayat, yaitu ayat ke-4 yang dihitung mulai dari awal masing-masing Juz 1–30. Jadi, kalau sebuah juz dimulai pada ayat tertentu di tengah surat, kita menghitung empat ayat dari titik awal juz tersebut. Pembagian juz standar memang tidak selalu dimulai dari ayat 1 sebuah surat. (Media Indonesia)

Sebagai contoh: Juz 2 dimulai dari Al-Baqarah 142, maka ayat ke-4 Juz 2 adalah Al-Baqarah 145. Juz 30 dimulai dari An-Naba ayat 1, sehingga ayat ke-4-nya adalah An-Naba ayat 4.

📖 Rekapan 30 Ayat — Ayat ke-4 Setiap Juz

JUZ 1 — QS. Al-Fatihah 1:4

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Terjemahan:
“Pemilik hari pembalasan.”

Makna/pelajaran:
Allah adalah penguasa mutlak pada Hari Pembalasan. Ayat ini mengingatkan manusia bahwa seluruh amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.


JUZ 2 — QS. Al-Baqarah 2:145

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Terjemahan:
“Dan walaupun engkau memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi Kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.” (Quran NU Online)

Makna/pelajaran:
Pegang teguh kebenaran berdasarkan ilmu dan jangan mengorbankan prinsip hanya demi mengikuti keinginan orang lain.


JUZ 3 — QS. Al-Baqarah 2:256

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Terjemahan:
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Quran.com)

Makna/pelajaran:
Keimanan harus lahir dari kesadaran dan keyakinan, bukan paksaan. Kebenaran telah dijelaskan dan manusia diberi pilihan untuk menerimanya.


JUZ 4 — QS. Ali 'Imran 3:96

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Terjemahan:
“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang berada di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (Islamipedia)

Makna/pelajaran:
Ka'bah adalah pusat ibadah dan simbol tauhid bagi manusia.


JUZ 5 — QS. An-Nisa 4:27

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

Terjemahan:
“Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya menghendaki agar kamu menyimpang sejauh-jauhnya.”

Makna/pelajaran:
Allah membuka pintu pertobatan, sedangkan hawa nafsu dan godaan dapat menjauhkan manusia dari jalan yang benar.


JUZ 6 — QS. An-Nisa 4:151

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Terjemahan:
“Mereka itulah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.” (Islamipedia)

Makna/pelajaran:
Ayat ini berada dalam konteks peringatan agar manusia tidak membeda-bedakan para rasul dalam keimanan kepada wahyu Allah.


JUZ 7 — QS. Al-Ma'idah 5:85

فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan:
“Maka Allah memberi pahala kepada mereka karena apa yang mereka katakan, berupa surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.”

Makna/pelajaran:
Keimanan yang tulus dan sikap menerima kebenaran membawa kepada kebaikan dan balasan Allah.


JUZ 8 — QS. Al-An'am 6:114

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Terjemahan:
“Maka patutkah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu secara terperinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengetahui bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QuranMu Digital)

Makna/pelajaran:
Al-Qur'an menjadi sumber petunjuk dan ukuran kebenaran; seorang mukmin hendaknya tidak mudah diliputi keraguan.


JUZ 9 — QS. Al-A'raf 7:91

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Terjemahan:
“Kemudian mereka dilanda gempa, sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah mereka.”

Makna/pelajaran:
Kisah kaum Syu'aib menjadi peringatan bahwa kezaliman, penolakan terhadap kebenaran, dan kerusakan sosial memiliki akibat yang berat.


JUZ 10 — QS. Al-Anfal 8:44

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Terjemahan:
“Dan ketika kamu berhadapan dengan mereka, Allah memperlihatkan mereka kepadamu sedikit di matamu dan Dia memperlihatkan kamu sedikit di mata mereka, agar Allah melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Dan kepada Allah segala urusan dikembalikan.”

Makna/pelajaran:
Manusia hanya melihat sebagian dari kenyataan; pada akhirnya seluruh urusan berada dalam ketetapan dan kekuasaan Allah.


JUZ 11–20

JUZ 11 — QS. At-Taubah 9:96

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۖ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Terjemahan:
“Mereka bersumpah kepadamu agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik.”

Makna/pelajaran:
Penilaian manusia tidak selalu sama dengan penilaian Allah. Yang terpenting adalah memperoleh keridaan Allah.


JUZ 12 — QS. Hud 11:9

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

Terjemahan:
“Dan jika Kami berikan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, kemudian Kami cabut kembali darinya, sungguh dia menjadi sangat berputus asa dan sangat kufur.”

Makna/pelajaran:
Manusia mudah lupa bersyukur ketika nikmat hilang. Ayat ini mengajarkan kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi perubahan hidup.


JUZ 13 — QS. Yusuf 12:56

وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan:
“Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri itu; dia bebas tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (detikcom)

Makna/pelajaran:
Kesabaran, ketakwaan, dan kebaikan akhirnya dapat mengantarkan seseorang dari keadaan sulit menuju kemuliaan.


JUZ 14 — QS. Al-Hijr 15:4

وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ

Terjemahan:
“Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri pun, melainkan sudah ada ketentuan yang tertentu baginya.”

Makna/pelajaran:
Kehidupan dan kehancuran suatu kaum berada dalam ketetapan Allah; tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa ketentuan-Nya. (Mudipat)


JUZ 15 — QS. Al-Isra 17:4

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

Terjemahan:
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, ‘Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’”

Makna/pelajaran:
Kerusakan dan kesombongan suatu bangsa dapat membawa akibat serius. Kekuasaan harus disertai tanggung jawab dan ketaatan kepada Allah.


JUZ 16 — QS. Al-Kahf 18:78

قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا

Terjemahan:
“Dia berkata, ‘Inilah perpisahan antara aku dan engkau. Aku akan memberitahukan kepadamu makna dari apa yang engkau tidak mampu bersabar terhadapnya.’” (Islamipedia)

Makna/pelajaran:
Tidak semua kejadian langsung dapat dipahami manusia. Kesabaran diperlukan sebelum menilai sebuah peristiwa.


JUZ 17 — QS. Al-Anbiya 21:4

قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Terjemahan:
“Dia (Muhammad) berkata, ‘Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’”

Makna/pelajaran:
Tidak ada ucapan dan rahasia yang tersembunyi dari Allah.


JUZ 18 — QS. Al-Mu'minun 23:4

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

Terjemahan:
“Dan orang-orang yang menunaikan zakat.”

Makna/pelajaran:
Zakat merupakan salah satu ciri orang beriman yang berhasil. Iman harus diwujudkan dalam kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama. (Islamipedia)


JUZ 19 — QS. Al-Furqan 25:24

أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

Terjemahan:
“Penghuni surga pada hari itu mempunyai tempat menetap yang lebih baik dan tempat istirahat yang lebih indah.”

Makna/pelajaran:
Kehidupan akhirat merupakan tempat kembali yang jauh lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan taat.


JUZ 20 — QS. An-Naml 27:59

قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَىٰ ۗ آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

Terjemahan:
“Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang telah Dia pilih. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan-Nya?’”

Makna/pelajaran:
Segala pujian pada hakikatnya milik Allah. Tidak ada yang pantas disetarakan dengan-Nya.


JUZ 21–30

JUZ 21 — QS. Al-'Ankabut 29:49

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Terjemahan:
“Bahkan, Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang zalim.”

Makna/pelajaran:
Ilmu dan iman membuat seseorang mampu memahami dan menjaga kebenaran Al-Qur'an.


JUZ 22 — QS. Al-Ahzab 33:34

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Terjemahan:
“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumahmu berupa ayat-ayat Allah dan hikmah. Sungguh, Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.”

Makna/pelajaran:
Rumah hendaknya menjadi tempat tumbuhnya ilmu, Al-Qur'an, hikmah, dan keteladanan.


JUZ 23 — QS. Yasin 36:31

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

Terjemahan:
“Tidakkah mereka melihat berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan? Mereka tidak kembali lagi kepada mereka.”

Makna/pelajaran:
Sejarah umat terdahulu adalah pelajaran. Kehidupan dunia tidak kekal dan manusia harus mempersiapkan kehidupan akhirat.


JUZ 24 — QS. Az-Zumar 39:35

لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan:
“Agar Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka yang paling buruk dan memberi pahala kepada mereka dengan balasan yang lebih baik daripada apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Makna/pelajaran:
Allah membuka jalan ampunan dan memberikan balasan yang besar kepada orang-orang yang beriman dan berbuat baik.


JUZ 25 — QS. Fussilat 41:50

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ رَحْمَةً مِنَّا مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ هَٰذَا لِي وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُجِعْتُ إِلَىٰ رَبِّي إِنَّ لِي عِنْدَهُ لَلْحُسْنَىٰ ۚ فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِمَا عَمِلُوا وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

Terjemahan:
“Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, ‘Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.’ Maka sungguh, Kami akan memberitahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan dan Kami akan menimpakan kepada mereka azab yang berat.” (Quran.com)

Makna/pelajaran:
Jangan sampai keberhasilan setelah kesulitan membuat manusia sombong, merasa semua keberhasilan semata-mata karena dirinya, dan melupakan Allah.


JUZ 26 — QS. Al-Ahqaf 46:4

قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Terjemahan:
“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah. Perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi ataukah mereka mempunyai peran dalam penciptaan langit? Datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini atau peninggalan pengetahuan jika kamu orang-orang yang benar.’” (Quran NU Online)

Makna/pelajaran:
Keyakinan harus memiliki dasar yang benar. Al-Qur'an mengajak manusia menggunakan ilmu dan bukti, bukan sekadar mengikuti kepercayaan tanpa dasar.


JUZ 27 — QS. Adz-Dzariyat 51:34

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

Terjemahan:
“Yang telah ditandai di sisi Tuhanmu untuk orang-orang yang melampaui batas.” (Quran.com)

Makna/pelajaran:
Ayat ini merupakan bagian dari kisah azab bagi kaum Nabi Luth. Pesannya adalah peringatan keras terhadap perilaku melampaui batas dan menentang ketentuan Allah.


JUZ 28 — QS. Al-Mujadilah 58:4

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۖ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Terjemahan:
“Barang siapa tidak memperoleh (hamba sahaya), maka hendaklah dia berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barang siapa tidak mampu, maka wajib memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah. Dan bagi orang-orang kafir ada azab yang pedih.”

Makna/pelajaran:
Syariat memberikan jalan penyelesaian secara bertahap sesuai kemampuan, sekaligus menekankan tanggung jawab dan kepedulian kepada orang miskin.


JUZ 29 — QS. Al-Mulk 67:4

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

Terjemahan:
“Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan dalam keadaan letih.”

Makna/pelajaran:
Kesempurnaan ciptaan Allah menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Manusia diajak memperhatikan alam dengan pikiran yang jernih.


JUZ 30 — QS. An-Naba 78:4

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

Terjemahan:
“Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.”

Makna/pelajaran:
Manusia yang meragukan berita tentang kebangkitan akan mengetahui kebenarannya ketika tiba saat yang telah dijanjikan Allah. Ayat ini menjadi peringatan tentang kepastian Hari Kiamat.


📊 Ringkasan 30 Ayat

JuzAyat ke-4 dalam JuzPokok Pesan
1Al-Fatihah 1:4Allah penguasa Hari Pembalasan
2Al-Baqarah 2:145Teguh pada kebenaran
3Al-Baqarah 2:256Tidak ada paksaan dalam agama
4Ali 'Imran 3:96Ka'bah dan tauhid
5An-Nisa 4:27Tobat dan melawan hawa nafsu
6An-Nisa 4:151Peringatan tentang kekafiran
7Al-Ma'idah 5:85Balasan bagi orang yang berbuat baik
8Al-An'am 6:114Al-Qur'an sebagai petunjuk
9Al-A'raf 7:91Akibat penolakan dan kezaliman
10Al-Anfal 8:44Ketetapan dan kekuasaan Allah
11At-Taubah 9:96Mencari rida Allah
12Hud 11:9Jangan berputus asa saat kehilangan nikmat
13Yusuf 12:56Kesabaran berbuah kemuliaan
14Al-Hijr 15:4Ketetapan Allah
15Al-Isra 17:4Bahaya kerusakan dan kesombongan
16Al-Kahf 18:78Kesabaran memahami hikmah
17Al-Anbiya 21:4Allah mengetahui segala ucapan
18Al-Mu'minun 23:4Zakat dan kepedulian sosial
19Al-Furqan 25:24Surga sebagai sebaik-baik tempat
20An-Naml 27:59Segala puji bagi Allah
21Al-'Ankabut 29:49Al-Qur'an dan ilmu
22Al-Ahzab 33:34Menghidupkan Al-Qur'an dalam rumah
23Yasin 36:31Belajar dari umat terdahulu
24Az-Zumar 39:35Ampunan dan pahala Allah
25Fussilat 41:50Jangan sombong karena nikmat
26Al-Ahqaf 46:4Keyakinan harus berdasarkan bukti
27Adz-Dzariyat 51:34Peringatan bagi yang melampaui batas
28Al-Mujadilah 58:4Tanggung jawab dan kepedulian sosial
29Al-Mulk 67:4Kesempurnaan ciptaan Allah
30An-Naba 78:4Kepastian Hari Kiamat

Catatan penting: daftar di atas menggunakan pengertian “ayat ke-4 sejak awal setiap Juz”, bukan “QS nomor ... ayat 4”. Batas-batas juz yang digunakan mengikuti pembagian 30 juz yang umum dipakai dalam mushaf, misalnya Juz 21 dimulai Al-'Ankabut 46, Juz 22 Al-Ahzab 31, Juz 23 Yasin 28, Juz 24 Az-Zumar 32, Juz 25 Fussilat 47, Juz 26 Al-Ahqaf 1, Juz 27 Adz-Dzariyat 31, Juz 28 Al-Mujadilah 1, Juz 29 Al-Mulk 1, dan Juz 30 An-Naba 1. (AnyFlip)

Untuk pengecekan teks Arab dan terjemahan, salah satu rujukan digital yang memuat Al-Qur'an 30 juz dan terjemahan Indonesia adalah Quran.com Bahasa Indonesia dan QuranEnc — Terjemahan Kementerian Agama Indonesia. (Encyclopedia of the Noble Quran)

🌙 Menariknya, jika 30 ayat ini dibaca sebagai satu rangkaian

Ada benang merah yang cukup kuat: dimulai dari Allah sebagai Penguasa Hari Pembalasan (Juz 1), kemudian tentang keteguhan iman, tauhid, kesabaran, ilmu, amal sosial, sejarah umat terdahulu, hingga kepastian Hari Kiamat (Juz 30).

Dengan kata lain, 30 ayat ini bisa dijadikan bahan “Renungan 30 Hari — 1 Ayat Pilihan dari Setiap Juz”.