Sabtu, 02 Mei 2026

NASIB WONG CILIK

By Abu Rambat


makan tahu dan tempe

sayur kangkung rebus lan cabe

sekedar mengganjal perut sehari hari


nasib kami para bawahan

sibuk dibawah telunjuk

bekerja demi selembar rupiah

menyambung hidup 


inilah kami rakyat kecil

selalu menjadi korban ditengah 

perang para gajah


menjadi relawan 

entah apa yang kami harapkan

menyuarakan entah apa yang disuarakan

ketika jadi pertempuran

kami mati terinjak - injak


inilah nasib rakyat kecil

hidup dan mati tidak pernah tercatat


inilah nasib rakyat kecil

luka atau sakit tidak pernah diperhatikan


nasib ....

nasib ...

nasib ...

API KEMARAHAN

 by Abu Rambat


Serasa di ubun - ubun api kemarahan 

melihat semua ini

kezaliman dimana - mana

rakyat kecil tertindas

dan diperas 


serasa di ubun - ubun rasa kekesalan

melihat bangsaku kini

pajak tinggi memeras rakyat

peraturan aneh dan undang undang

yang memihak kelas atas


maling ayam masuk penjara

selama - lamanya

para koruptor bebas lepas

kayak burung perkutut


para pejabat menikmati hasil jarahan

rakyat kecil mati kelaparan 

dilumbung padi milik sendiri


seringkali atas nama rakyat

atas nama rakyat

atas nama rakyat

nyatanya untuk membela

para pejabat keparat

ss

kita disuruh berhemat

kita disuruh ketatkan ikat pinggang

eh para pejabat malah 

asik menghabiskan uang rakyat

atas nama martabat

atas nama kepentingan


sudahlah wahai para pejabat

takkan lama kamu hidup didunia

silahkan nikmati saja semua kenikmatan


sebentar lagi malaikat akan datang

menjemput umurmu yang tak panjang

semuanya akan kembali padaNya

untuk mempertanggungjawabkan

semua apa yang kaunikmati


sudahlah wahai para pejabat

setiap kezaliman akan ada balasan

setiap kejahatan akan ada hukuman

setiap kerusakan akan ada dampaknya


tunggu aja ketika azalmu tiba

kau takkan bisa lari darinya.....